Cara Registrasi Ulang di BPJS Kesehatan

    Antara - 02 November 2020 14:48 WIB
    Cara Registrasi Ulang di BPJS Kesehatan
    Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: dok MI.
    Jakarta: Peserta BPJS Kesehatan diwajibkan untuk melakukan pembaruan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) alias registrasi ulang.

    Peserta ini adalah non-PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) yang memiliki data bermasalah karena tidak dilengkapi NIK.

    Segmen Non-PBI JK yang dimaksud terdiri dari segmen peserta dan anggota keluarga Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (ASN, Prajurit, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia), serta pensiunan.

    Lalu bagaimana cara untuk registrasi ulangnya?

    Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan Rahman Cahyo, menjelaskan untuk mengecek kelengkapan data NIK, dapat diakses melalui layanan online seperti CHIKA (Chat Asisten JKN) di 0811-8750-400.

    Baca: Peserta Wajib Registrasi Ulang BPJS Kesehatan, Siapa Saja yang Masuk Kategori?

    CHIKA merupakan layanan dalam bentuk chatbot, atau layanan informasi yang secara otomatis direspons oleh sistem. Melalui CHIKA, peserta JKN–KIS dapat mengakses pelayanan untuk cek status peserta, cek tagihan, registrasi peserta, perubahan data fasilitas kesehatan, maupun informasi letak fasilitas kesehatan atau kantor BPJS Kesehatan terdekat.

    CHIKA dapat diakses melalui Facebook Messenger di akun BPJSKesehatanRI, melalui aplikasi Telegram di https://t.me/BPJSKes_bot, melalui WhatsApp di 08118750400, hingga melalui akun resmi BPJS Kesehatan tanpa harus menunggu lama sistem akan langsung menjawab permintaan peserta JKN-KIS.

    "Pastikan juga NIK kita. Apabila setelah pengecekan ternyata tidak sesuai, peserta dapat melakukan registrasi ulang NIK peserta agar NIK sesuai dengan Dukcapil," katanya, dikutip dari Antara, Senin, 2 November 2020.

    Jika NIK tidak terdaftar, lanjut Cahyo, dilakukan proses perubahan status dengan keterangan registrasi ulang kelengkapan administrasi untuk pemutakhiran data dengan melengkapi data KK/KTP.

    "Pembaruan data ini tidak akan mengurangi hak peserta untuk mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Dalam proses registrasi ulang ini peserta menyampaikan pembaharuan NIK Dukcapil melalui kanal pelayanan tatap muka dan tanpa tatap muka," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id