Pemerintah Dorong PLN Tingkatkan Efisiensi Penyediaan Listrik

    Suci Sedya Utami - 23 Februari 2021 14:34 WIB
    Pemerintah Dorong PLN Tingkatkan Efisiensi Penyediaan Listrik
    Ilustrasi gedung PLN - - Foto: Antara/ Prasetyo Utomo
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong PT PLN (Persero) untuk terus meningkatkan daya saing. Salah satunya melalui penyediaan tenaga listrik yang efisien sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 9 Tahun 2020.

    Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Munir Ahmad mengatakan efisiensi penyediaan tenaga listrik merupakan salah satu komponen parameter yang digunakan dalam perhitungan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) maupun kebutuhan subsidi listrik.

    Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp53,59 triliun dengan BPP tenaga listrik sebesar Rp355,58 triliun (rata-rata sebesar Rp1.334,4/kWh). Target BPP di tahun ini menurun dibanding tahun lalu yang sebesar Rp359,03 triliun di APBN 2020, namun lebih tinggi dibanding APBN Perubahan 2020 sebesar Rp317,12 triliun.

    "Dalam APBN 2021 besaran biaya pembangkitan dan bahan bakar memiliki komposisi sebesar 72 persen dalam BPP penyediaan tenaga listrik. Sedangkan untuk biaya jaringan sebesar 11 persen dan biaya operasi lainnya sebesar 17 persen," kata Munir dalam sosialisasi kebijakan ketenagalistrikan, Selasa, 23 Februari 2021.
     

    Berdasarkan gambaran komposisi BPP penyediaan tenaga listrik dalam APBN 2021 tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 174/PMK.02/2019 yang mengatur bahwa parameter subsidi listrik antara lain meliputi besaran Specific Fuel Consumption (SFC) dan susut jaringan (losses).

    "Dampak penurunan susut jaringan tenaga listrik sangat berpengaruh terhadap besaran BPP tenaga listrik. Penurunan susut jaringan tenaga listrik sebesar satu persen akan berpengaruh terhadap BPP tenaga listrik sebesar Rp3,9 triliun," ucap Munir.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menyampaikan tata cara penetapan target SFC merupakan salah satu pokok aturan dalam Permen ESDM Nomor 9 Tahun 2020. Selain mengatur pula penyusunan work plan dan action plan regulasi ini juga mengatur terkait tata cara penetapan target susut jaringan tenaga listrik.


    Pada 2021 ini, Kementerian ESDM telah menetapkan target SFC pembangkit tenaga listrik dan susut jaringan pada 29 Desember 2020, dimana besaran target SFC pembangkit tenaga listrik 2021 didorong agar lebih baik dibandingkan target maupun realisasi pada 2020. Untuk target susut jaringan tenaga listrik 2021 sebesar 9,01 persen, target tahunan tersebut menjadi batas atas untuk penetapan realisasi susut jaringan tenaga listrik 2021.

    Ida mengatakan realisasi susut jaringan tenaga listrik setiap tahun mengalami penurunan, dimana realisasi susut jaringan tenaga listrik 2018 sebesar 9,55 persen, realisasi 2019 sebesar 9,35 persen dan realisasi sampai dengan kuartal ketiga 2020 sebesar 8,39 persen.

    "PLN diharapkan dapat terus melakukan upaya efisiensi untuk menjaga kinerja keuangan, salah satunya melalui optimalisasi penurunan susut jaringan tenaga listrik tersebut," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id