Jaga Produksi Migas dengan Persiapan Matang Alih Kelola Blok Rokan

    Ade Hapsari Lestarini - 23 Maret 2021 13:13 WIB
    Jaga Produksi Migas dengan Persiapan Matang Alih Kelola Blok Rokan
    Wilayah kerja Blok Rokan. Foto: dok Pertamina.



    Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tengah menyiapkan alih kelola Blok Rokan. Blok ini rencananya akan mulai dioperasikan PHR pada 9 Agustus 2021.

    Perseroan pun memastikan akan memberdayakan pekerja lokal, terutama masyarakat Riau. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream Budiman Parhusip sebelumnya menegaskan perusahaan migas pelat merah ini akan melakukan transfer of employment terhadap pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebagai operator sebelumnya di Wilayah Kerja Rokan.






    Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai alih kelola lancar dan produksi sebelumnya tetap mampu dipertahankan. Sehingga Pertamina perlu berkolaborasi dengan tim Rokan sebelumnya, juga memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga pengelolaan blok Rokan berkontribusi maksimal.

    Dia menuturkan, Pertamina harus mau berinvestasi untuk mempertahankan produksi, kemudian menggunakan teknologi pengeboran yang paling baru. Dia menyarankan kepada Pertamina untuk tidak sungkan dalam menggunakan pimpinan proyek pengelolaan blok migas yang berpengalaman.

    "Kalau perlu beberapa pimpinan proyek blok Rokan sebelumnya bisa juga direkrut untuk sementara, dengan tujuan, dalam rangka mempertahankan meningkatkan produksi," kata dosen UGM itu, dikutip Selasa, 23 Maret 2021.

    Selain itu penting juga dilakukan, yaitu proses transfer teknologi yang transparan dan benar-benar mampu diterapkan dalam mengelola blok Rokan. Apalagi, blok Rokan salah satu penyumbang yang cukup besar dari total produksi migas nasional. Jika produksi turun, tentu saja akan pengaruh ke target produksi migas nasional. Tak kalah penting, perlu investasi untuk juga mencari sumur baru sekaligus mengerek produksi sumur existing.

    "Sementara waktu gunakan pimpro Rokan tadi, untuk alih teknologi, gunakan juga teknologi EOR, teknologi yang dipakai Rokan juga harus digunakan Pertamina," ujar Fahmy.

    Baca: Demi Transisi Mulus, Chevron Bagi Data Blok Rokan ke Pertamina

    Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan RP Yudantoro sebelumnya jelang alih kelola, pihaknya melakukan koordinasi secara intensif bersama SKK Migas dan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI. Terutama untuk transisi sembilan bidang utama demi menjamin keberlangsungan seluruh kegiatan operasi dan kegiatan rutin pasca blok dioperasikan oleh PHR.

    Sembilan bidang utama transisi Rokan meliputi Drilling Work Over, Pasokan Listrik dan Uap, Kontrak dan SCM, IT dan Petroteknikal, Data Transfer, Human Capital, SOP dan Perijinan, Chemical EOR, serta Lingkungan dan ASR (Abandonment and Site Restoration).

    Blok Rokan adalah blok yang secara natural sudah mengalami penurunan produksi dari tahun ke tahun. Untuk itu, kata dia, upaya-upaya menahan laju penurunan dan meningkatkan produksi merupakan hal yang paling krusial.

    Selain pengeboran sumur pengembangan, dalam jangka panjang telah disiapkan pula program-program lainnya berupa Infill Drilling, pengeboran sumur eksplorasi, workover/well intervention, optimasi program waterflood dan steamflood, CEOR, serta program lainnya untuk menambah cadangan.

    Sesuai dengan jangka waktu kontrak bagi hasil dengan pemerintah, Blok Rokan akan dioperasikan hingga 2041 oleh PHR. Kesiapan alih kelola tidak hanya dilakukan pada aspek operasional, tetapi juga pembinaan hubungan baik dengan para stakeholders.

    Blok Rokan merupakan blok penyumbang produksi sebanyak 24 persen terhadap produksi nasional. Blok Rokan memiliki lima lapangan besar yaitu Duri, Minas, Bangko, Balam South, dan Petapahan yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Riau.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id