Kementan Tambah Jatah Pupuk Urea Subsidi Banyuwangi Jadi 60.623 Ton

    M Studio - 31 Maret 2021 19:08 WIB
    Kementan Tambah Jatah Pupuk Urea Subsidi Banyuwangi Jadi 60.623 Ton
    Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani (Foto:MI/Agus Mulyawan)



    Banyuwangi: Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memeroleh jatah sebesar 60.623 ton pupuk urea bersubsidi pada 2021 dari pemerintah. Alokasi ini lebih banyak dibandingkan kuota yang diterima pada 2020, sebanyak 49 ribu ton.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok pupuk subsidi mencukupi bagi petani. Kementan terus berupaya agar pasokan pupuk subsidi kepada petani tidak bermasalah.






    "Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi," kata Mentan Syahrul di Jakarta, Rabu, 31 Maret 2021.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan pupuk bersubsidi dialokasikan untuk petani yang berhak. 

    Petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi, yaitu mereka yang telah bergabung dalam Kelompok Tani, terdaftar dalam RDKK, dan memiliki luas lahan kurang dari 2 hektare (ha).

    "Kami mengingatkan alokasi pupuk bersubsidi harus diawasi agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi Kelompok Tani sesuai RDKK. Bagi yang tidak sesuai kriteria, silakan menggunakan pupuk nonsubsidi," ujar Sarwo Edhy.

    Sarwo Edhy menjelaskan, kebijakan e-RDKK diterapkan guna memperketat penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga tidak diselewengkan dan mencegah duplikasi penerima pupuk. 

    Selain itu, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK. 

    "Kartu Tani berisi kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Tujuannya agar tepat sasaran," kata Sarwo Edhy.

    Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Arief Setyawan mengatakan syarat petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi harus masuk dalam e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok secara elektronik) yang disusun oleh Kelompok Tani didampingi petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di lokasi masing-masing. Syarat tersebut menjadi ketentuan dari pemerintah pusat.

    "Alhamdulillah, Banyuwangi memperoleh tambahan jatah pupuk urea bersubsidi menjadi 66.623 ton dan pupuk SP-36 sebanyak 21.505 ton. Terkait pupuk bersubsidi mendapatkan tambahan rata-rata (beberapa jenis pupuk) 11.000 ton tahun ini," ujar Arief. 

    Dengan penambahan jatah pupuk urea bersubsidi menjadi 66.623 ton, para petani harus banyak bersyukur karena pemerintah menambah jatah dibandingkan tahun sebelumnya.

    Kata Arief, memasuki masa tanam pada bulan April, pemerintah daerah setempat telah mempersiapkan kebutuhan petani, termasuk penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

    "Berapa pun tambahan pupuk bersubsidi tidak akan pernah cukup, pasti selalu kurang. Mengapa? Karena ketika ditambah jumlahnya, masyarakat pasti membeli dengan jumlah banyak, meskipun sudah ada aturan setiap petani hanya dijatah untuk dua hektare (jika lebih pakai pupuk nonsubsidi)," tuturnya.

    Oleh karena itu, menurut Arief, Kabupaten Banyuwangi saat ini telah membuat terobosan, yakni program Agro Solution. Dengan program tersebut, petani mendapatkan pendampingan mulai dari pembenihan, olah lahan, pupuk, hingga panen dan pascapanen.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id