Mangkrak 14 Tahun, Nasib Proyek Pipa Cirebon-Semarang Diharap 'Terang' Akhir 2020

    Suci Sedya Utami - 14 Oktober 2020 18:43 WIB
    Mangkrak 14 Tahun, Nasib Proyek Pipa Cirebon-Semarang Diharap 'Terang' Akhir 2020
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berharap akhir tahun ini nasib pembangunan proyek pipa transmisi gas Cirebon-Semarang bisa diputuskan untuk dilanjutkan. Pernyataan tersebut usai PT Rekayasa Industri (Rekind) menyatakan mundur dari proyek strategis nasional itu.

    Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan saat ini pihaknya tengah menugaskan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM untuk melakukan kajian internal terkait proyek tersebut selama satu bulan sejak 13 Oktober lalu. Kajian dilakukan untuk menghasilkan keputusan bersama terkait nasib proyek.

    "Komite BPH Migas sepakat memberikan waktu satu bulan untuk melakukan kajian secara mendalam," kata Ifan, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Ia mengatakan ada banyak opsi untuk melanjutkan proyek tersebut. Opsi pertama, apabila mengacu pada aturan BPH Migas, maka pihaknya bisa menawarkan proyek ini pada pemenang kedua dan ketiga yang juga ikut tender pada 2006.

    Namun, jika melihat faktor belanja modal dan juga tarif pengangkutan gas bumi melalui pipa (toll fee) yang sama seperti yang ditawarkan Rekind saat memenangkan lelang, maka dinilai tidak mungkin.

    Sebab pemenang lelang juga akan memperhitungkan keekonomian proyek saat ini. Saat itu dalam proposal lelang, Rekind mengajukan investasi sebesar USD169,41 juta dengan  kapasitas gasnya 350 juta-500 juta standar kaki kubik (MMSCFD) dan toll fee USD0,36 per million british thermal unit (MMBTU).

    Opsi kedua, yakni melanjutkan proyek dengan skema penugasan pada badan usaha pemerintah. Opsi ketiga yakni melelang ulang dengan susunan panitia yang sama yang berasal dari BPH Migas, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, serta lembaga lainnya. Ia bilang panitia melakukan lelang terbuka pada seluruh badan usaha yang punya izin pengangkutan gas.

    Ifan menambahkan apapun opsinya nanti, diharapkan di akhir 2020 sudah terbentuk keputusan. Sebab proyek dengan panjang pipa 255 kilometer dan berdiameter 28 inch ini ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2022.

    Adapun pipa tersebut nantinya akan mengangkut gas bumi Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperasikan Pertamina EP Cepu. Gas tersebut rencananya akan dialiri ke beberapa kawasan industri seperti kawasan industri Kendal, kawasan industri Batang, dan kawasan Demak.

    Proyek ini telah mangkrak selama 14 tahun sejak PT Rekind memenangkan lelang atau tender pada 2006.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id