RI Raup Rp8,3 Triliun Potensi Ekspor di Pameran Dagang Tiongkok

    Ilham wibowo - 10 November 2020 16:34 WIB
    RI Raup Rp8,3 Triliun Potensi Ekspor di Pameran Dagang Tiongkok
    Ilustrasi kegiatan ekspor. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Indonesia berpotensi meraup USD584 juta atau Rp8,3 triliun dalam penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada Indonesia-China Business Forum and Business Matching (ICBFBM). Proyeksi tersebut bakal direalisasikan importir Tiongkok pada 2021.

    Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto optimistis bisa mendorong peningkatan ekspor nasional. Hingga saat ini, Tiongkok masih jadi negara tujuan potensial ekspor untuk meningkatkan penjualan produk Indonesia.

    "Kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok diharapkan dapat terus terjalin dan perdagangan dapat terus meningkat, terutama di tengah perlambatan ekonomi global akibat pandemi covid-19," ujar Agus melalui keterangan tertulis, Selasa, 10 November 2020.

    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan mengungkapkan penandatanganan LoI telah dilakukan oleh lima importir RRT. Produk Indonesia yang bakal diekspor yaitu batu bara, buah tropis, produk turunan kelapa, produk perikanan, makanan dan minuman, serta produk pertanian lainnya.

    Penandatanganan dilakukan secara langsung dari hotel Le Meridien Minhang, Shanghai, RRT yang juga digelar secara virtual. Penyelenggaraan ICBFBM merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pameran The 3rd China International Import Expo (CIIE) yang berlangsung pada 5-10 November 2020 di Shanghai, RRT.

    "Kemendag menyambut baik penandatangan LoI tersebut karena dapat mendorong kinerja ekspor nasional. Selain itu, peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri diharapkan dapat terus berjalan dengan maksimal dalam memberikan kontribusi ekspor nasional," kata Kasan.

    Kasan berharap, ICBFBM dapat memperkuat kerja sama Indonesia dan RRT serta menghasilkan potensi transaksi bisnis bagi pelaku usaha kedua negara di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global, serta pandemi covid-19.

    Adapun pameran CIIE sebelumnya telah dibuka Presiden Xi Jinping pada 4 November 2020 yang juga dihadiri Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto secara virtual. Selama pameran berlangsung produk Indonesia yang cukup diminati antara lain sarang burung walet, makanan ringan, dan kopi.

    Terdapat tujuh perusahaan Indonesia yang berpartisipasi pada CIIIE 2020, yaitu Mayora Group, PT Kapal Api, PT Purinusa Ekapersada, PT Anugerah Citra Walet Indonesia, PT Agarindo Bogatama, PT Universal Luggage Indonesia, dan PT Inlove Jewellery Trading.

    Kemendag mencatat, negara tujuan ekspor Indonesia masih didominasi RRT (18,37 persen), Amerika Serikat (12,14 persen), dan Jepang (8,43 persen). Bagi RRT, Indonesia merupakan negara pemasok ke-15 setelah Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Singapura di negara ASEAN.

    Total perdagangan Indonesia-RRT pada Januari-September 2020 mencapai USD 50,27 miliar atau turun 4,20 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke RRT mencapai nilai USD21,81 miliar yang didominasi ekspor nonmigas dengan kontribusi sebesar USD 20,44 miliar.

    Nilai tersebut naik sebesar 9,78 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai impor Indonesia dari RRT mencapai USD28,46 miliar.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id