Kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Peluang bagi UKM

    Husen Miftahudin - 13 Januari 2021 22:18 WIB
    Kebutuhan Jemaah Haji Indonesia Peluang bagi UKM
    Ilustrasi. Foto: MI/Dwi Apriani
    Jakarta: Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan pada kondisi normal sebelum pandemi covid-19, Indonesia mengirim sebanyak 221 ribu jemaah haji dan sekitar satu juta jemaah umrah ke Arab Saudi setiap tahunnya. Ada juga ratusan ribu warga ekspatriat Indonesia yang bekerja di Arab Saudi.

    "Kehadiran para jemaah haji dan umrah Indonesia serta ekspatriat Indonesia di Arab Saudi ini tentunya juga diikuti dengan adanya kebutuhan makanan dan minuman, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya yang bercita rasa dan berasal dari Indonesia," ucap Zainut dalam acara penandatangan Nota Kesepahaman bersama dan Perjanjian Kerja Sama tentang Optimalisasi Peran UKM dalam Memenuhi Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah secara virtual, Rabu, 13 Januari 2021.

    Artinya, sebut Zainut, kebutuhan produk-produk sandang dan pangan Warga Negara Indonesia yang ada di Arab Saudi sangat banyak. Ia memberi contoh terhadap kebutuhan makanan jemaah haji pada 2019.

    Di tahun itu, jemaah haji Indonesia mendapatkan makanan sebanyak 75 kali selama di Arab Saudi. Rinciannya sebanyak 40 kali makan di Mekkah, satu kali makan di Bandara Jeddah, 18 kali makan di Madinah, 15 kali makan di Arafah dan Mina, serta satu paket makan ketika di Muzdalifah.

    Selain makanan pokok, jemaah haji Indonesia juga mendapatkan tambahan makanan ringan (snack) untuk makan pagi di Mekkah dan Madinah. Kemudian satu paket kelengkapan konsumsi yang terdiri atas teh, kopi, saus, kecap, gelas, dan sendok yang dikemas dalam satu boks.

    "Jemaah haji Indonesia berada di Arab Saudi selama 40 hari, setiap hari mereka membutuhkan asupan makanan yang cukup agar dapat tetap sehat dan bugar dalam melaksanakan beribadah. Agar jemaah tidak bosan akan menu makanan yang mereka konsumsi, diperlukan berbagai strategi kebijakan antara lain melalui penyediaan makanan dengan menu nusantara," ungkapnya.

    Dalam penyediaan menu nusantara tersebut, berbagai upaya telah dilakukan Kementerian Agama (Kemenag). Antara lain dengan mensyaratkan penggunaan produk-produk Indonesia serta koki dan juru masak yang harus berasal dari Indonesia.

    Sejak 2014, Kemenag pun telah mensyaratkan penggunaan produk-produk Indonesia seperti bahan baku, bumbu masak, teh, kopi, produk olahan daging, ayam, dan ikan kpd seluruh penyedia layanan katering, baik di Mekkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, Mina, maupun di Bandara Jeddah.

    "Namun demikian selama ini ketersediaan barang-barang tersebut yang berasal dari Indonesia masih sangat terbatas di Arab Saudi. Sebagian besar masih didominasi produk-produk yang berasal dari sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, dan India. Selain terbatas jumlahnya, produk-produk dari Indonesia seringkali masih sulit bersaing dari sisi harga dengan produk-produk serupa dari negara lain," jelas Zainut.

    Oleh karena itu, Kemenag mengapresiasi dan mendukung penuh sinergi bersama kementerian/lembaga dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) menjadi pemasok kebutuhan jemaah haji dan jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi. Hal ini agar pemenuhan berbagai kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia di Arab Saudi dapat dipenuhi oleh para pelaku UKM Tanah Air.

    "Untuk itu kami menyambut baik dan siap bekerja sama dengan para pihak terkait di Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia tersebut. Kami berharap Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama yang kita tanda tangani ini dapat diimplementasi dengan baik," pungkas Zainut.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id