Waduh! USD155 Miliar Potensi Ekonomi Digital RI Bisa Direbut Negara Lain

    Husen Miftahudin - 07 April 2021 20:52 WIB
    Waduh! USD155 Miliar Potensi Ekonomi Digital RI Bisa Direbut Negara Lain
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio memperingatkan semua pihak untuk bersama-sama menggenggam potensi ekonomi digital Tanah Air. Pasalnya, potensi ekonomi digital RI yang mencapai USD155 miliar pada 2025 tersebut bisa direbut oleh negara-negara lain.

    "Pertanyaan yang sangat mendasar, dari USD155 miliar ini apakah bangsa kita yang paling mendapatkan benefit-nya atau justru bangsa lain? Ini yang menjadi tantangan," ucap Wishnutama dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-52 secara virtual, Rabu, 7 April 2021.






    Wishnutama khawatir, sebab berdasar pada belanja iklan digital di Indonesia atau digital advertising expenditure (adex), sebanyak 80 persen di antaranya dikuasai oleh asing. Sementara perusahaan-perusahaan digital lokal justru berebut untuk mendapatkan 20 persen adex sisanya.

    "Menurut saya ini menyedihkan. Wartawan kita jungkir balik siang malam kehujanan cari berita, tapi yang diuntungkan siapa? Sementara pengusaha Indonesia investasi luar biasa, membuka lapangan pekerjaan luar biasa, para pekerja juga luar biasa, apakah kita yang mendapatkan paling banyak? I don't think so. Ini juga memprihatinkan," ketusnya.

    Oleh sebab itu, membangun ekonomi kreatif ke depan harus komprehensif dengan melihat dari berbagai macam segi, khususnya di digital space (ruang digital). Sebab bila produk-produk ekonomi kreatif tidak tersambung secara digital, maka sudah dipastikan kalah sebelum berperang.

    Dalam hal ini, Wishnutama juga mengingatkan adanya dua gelombang disrupsi digital. Pada gelombang disrupsi digital yang pertama, Indonesia beruntung karena sudah lebih dulu memiliki perusahaan digital yang berkembang dalam hal e-commerce, ride hailing, dan food delivery.

    "Ini sudah berjalan dan kompetisinya sudah selesai sebetulnya. Syukur alhamdulillah ada beberapa perusahaan startup nasional kita yang akhirnya bisa menjadi juaranya di first wave disruption, misalnya Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya," papar dia.

    Namun pada gelombang disrupsi digital yang kedua, semua perusahaan sedang berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam bidang fintech, edutech, agrotech, health tech, entertainment, musik, dan games.

    "Second wave disruption ini platform-platform raksasa asing sudah ada di sini, sudah menganga mulutnya. Ini masa depan ekonomi kreatif kita kan ada di sini semua. Ini harus dipersiapkan dan tidak bisa dikesampingkan sama sekali," pungkas Wishnutama.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id