Kemenhub: Larangan Mudik Butuh Aturan Komprehensif

    Antara - 06 April 2021 16:51 WIB
    Kemenhub: Larangan Mudik Butuh Aturan Komprehensif
    Ilustrasu larangan mudik lebaran 2021 - - Foto: Medcom



    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 memerlukan sebuah regulasi yang menyeluruh agar pembatasan pergerakan masyarakat dapat berjalan efektif.

    “Pembatasan transportasi saja tidak cukup, perlu ada ketentuan yang lebih komplit dari hulu ke hilir agar pergerakan orang tetap bisa dikendalikan,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati dalam sebuah webinar di Jakarta, Selasa, 6 April 2021.






    Kemenhub, lanjut dia, mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi dengan mengatur pergerakan masyarakat. Kemenhub selalu berpedoman pada rekomendasi yang dirilis oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19, salah satunya memberikan sejumlah persyaratan bagi calon penumpang antarkota atau jarak jauh.

    “Kami mengatur dengan cara screening untuk memastikan orang yang betul-betul sehat, atau tidak berpotensi menularkan itu yang bisa menggunakan transportasi umum,” terang dia.

    Meski demikian, kebijakan struktural melalui aturan-aturan yang telah ditetapkan tidak akan berjalan efektif di lapangan, jika tidak ada kolaborasi antar-pemangku kepentingan.

    “Kami juga perlu berkolaborasi dengan berbagai unsur yang mendorong pendekatan persuasif, melalui imbauan, edukasi, juga sosialisasi tentang perlunya membatasi pergerakan,” tambahnya.

    Kemenhub saat ini tengah menyusun ketentuan teknis terkait pengendalian transportasi pada Idulfitri 2021, termasuk mempertimbangkan sanksi bagi masyarakat yang nekat mudik.

    “Pengendalian ini nanti kita tetapkan aturannya, kita sosialisasikan juga agar masyarakat dibuat paham apa konsekuensinya jika tetap melakukan mudik. Ada tidak berbasis hukum, tetapi ada juga yang berbasis hukum atau berupa sanksi-sanksi,” pungkas dia..

    PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat trafik penumpang pesawat sebanyak 105.612 pergerakan orang di 15 bandara pada H-1 Libur Jumat Agung yang jatuh pada Kamis 1 April lalu. Angka tersebut lebih tinggi 39,8 persen dibanding trafik rata-rata harian pada Maret 2021 lalu yang sebesar 75.522 penumpang per hari.

    Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat total 343.962 kendaraan kembali ke wilayah Jabotabek pada H-1 dan H libur Paskah (3-4 April 2021). Volume lalu lintas (lalin) tersebut naik sebesar 23,83 persen.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id