CT Corp Milik Chairul Tanjung Dikucuri Rp2,8 Triliun dari Mitsui Jepang

    Ade Hapsari Lestarini - 05 Mei 2021 14:41 WIB
    CT Corp Milik Chairul Tanjung Dikucuri Rp2,8 Triliun dari Mitsui Jepang
    Pengusaha Chairul Tanjung. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.



    Jakarta: CT Corp milik konglomerat Indonesia Chairul Tanjung, telah mendapatkan komitmen investasi sebesar 100 miliar yen (USD916 juta atau setara Rp2,8 triliun/kurs Rp14.437 per USD) dari rumah dagang Jepang Mitsui & Co.

    Melansir Forbes, Rabu, 5 Mei 2021, Mitsui & Co mengatakan investasinya akan dilakukan dalam dua tahap. Yakni terdiri dari 67 miliar yen dalam penerbitan konversi dan 33 miliar yen untuk menggantikan obligasi korporasi yang sudah ada sejak November 2018.






    Dalam pernyataannya, Mitsui mengatakan investasi akan digelontorkan melalui perusahaan induk CT Corp, PT CT Corpora. Penerbitan obligasi diharapkan selesai pada kuartal kedua tahun keuangan saat ini, tergantung pada kondisi yang disepakati bersama.

    "Mitsui bertujuan untuk berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan CT Corp di industri terkait konsumen melalui bisnis bersama yang memanfaatkan kemampuan pengembangan bisnis Mitsui yang telah terbukti," kata perusahaan itu.

    Setelah menyelesaikan perjanjian, Mitsui akan mengirimkan top eksekutif ke CT Corp untuk membantu mengembangkan bisnisnya dan akhirnya menjadi perusahaan multinasional.

    CT Corp adalah perusahaan yang berfokus pada konsumen dengan minat di bidang jasa keuangan, media, gaya hidup, ritel, properti, dan hiburan. Didirikan oleh Chairul Tanjung pada 1987, bisnis utama grup ini termasuk Bank Mega dan Transmart Carrefour, operator hypermarket terbesar di Indonesia.

    CT adalah singkatan dari Chairul Tanjung, 58, yang saat ini memiliki kekayaan bersih senilai USD4,2 miliar, menurut Forbes Real-Time Billionaires List.

    Investasi Mitsui di CT Corp sejalan dengan strategi perusahaan dalam membangun pilar pertumbuhan baru di Asia, di antara kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dengan populasi 270 juta dan merupakan konsumen berpenghasilan menengah dan cerdas yang berkembang pesat.

    "Struktur obligasi konversi memberikan keuntungan bersama, berfungsi sebagai perlindungan sisi negatif serta berbagai opsi untuk mewujudkan potensi kenaikan dalam lintasan pertumbuhan masa depan CT, termasuk kemungkinan pencatatan publik di masa depan," kata Mitsui.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id