Garuda Diganti Pelita Air, Cara Pemerintah Ubah Bentuk Holding BUMN?

    Husen Miftahudin - 28 Oktober 2021 18:42 WIB
    Garuda Diganti Pelita Air, Cara Pemerintah Ubah Bentuk Holding BUMN?
    Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: MI/Panca Syurkani



    Jakarta: Pakar industri penerbangan Hendra Soemanto menilai opsi pailit Garuda Indonesia dan menggantikannya dengan maskapai Pelita Air Service (PAS) menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk mengubah bentuk klaster Holding BUMN yang tidak berdasarkan pada jenis industri dan model bisnis yang sama.

    "Seperti kita ketahui bahwa pemegang mayoritas saham PAS adalah Pertamina, bisa saja ini merupakan langkah awal pemerintah untuk mengubah bentuk klaster Holding Company BUMN. Saya pikir langkah tersebut sangat mungkin untuk dilakukan," ujar Hendra dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 28 Oktober 2021.

     



    Menurut Hendra, membentuk klaster berdasarkan jenis industri dan model bisnis yang sama akan menyulitkan organisasi dalam suatu klaster untuk memberikan support pada organisasi lainnya.

    Ia kemudian mencontohkan, pada masa pandemi saat ini perusahaan penerbangan Garuda Indonesia mengalami penurunan kinerja yang signifikan karena adanya pembatasan keluar masuk wisatawan ke hampir semua negara di dunia.

    "Jika Garuda Indonesia berada dalam satu klaster dengan BUMN dari sektor industri yang sama, tentunya hal ini akan sangat menyulitkan," tuturnya.

    Berbeda halnya jika dalam satu klaster terdiri dari organisasi-organisasi dari sektor industri yang berbeda. "Harapannya, semua klaster dalam Holding Company BUMN dapat saling mendukung dan bersinergi untuk mencapai kinerja terbaik," urai Hendra.

    Sebagai perbandingan, ia menjabarkan beberapa maskapai penerbangan di kawasan regional yang beroperasi dalam Holding Company, seperti Singapore Airlines dengan Temasek Holding yang masuk ke dalam Transportation and Industrial Division.

    Kemudian Khazanah Holding, Malaysia, yang terdiri dari divisi commercial fund dan strategic fund, di mana Malaysia Airlines berada di dalamnya. Lalu Cathay Pacific dengan Holding Company Swire Pacific Ltd yang merupakan perusahaan induk dengan beragam operasi melalui divisi properti, penerbangan, minuman, layanan, kelautan dan perdagangan, serta industri.

    Sebagai national flight carrier, ia mengharapkan Garuda Indonesia ke depannya harus memposisikan diri menjadi sebuah perusahaan penerbangan besar, serta harus mendominasi pasar domestik dan internasional.

    "Tentunya, dengan iktikad baik bersama serta tata kelola manajemen yang mumpuni dan profesional di industri penerbangan komersial dari seluruh jajaran direksi dan insan Garuda di dalamnya, dengan satu tujuan, menjadikan Garuda Indonesia baru sebagai maskapai dengan profit oriented yang dikontrol oleh Holding yang mumpuni," pungkas Hendra.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id