Pemerintah Diminta Melindungi Industri Hasil Tembakau yang Tertekan Pandemi

    Eko Nordiansyah - 22 Juli 2021 14:23 WIB
    Pemerintah Diminta Melindungi Industri Hasil Tembakau yang Tertekan Pandemi
    Ilustrasi daun tembakau. Foto: Medcom.id.



    Jakarta: Pemerintah Kabupaten Jombang menilai perlindungan industri hasil tembakau (IHT) dari tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19. Apalagi saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat pabrikan mengurangi jam operasional.

    Salah satu perlindungan dapat dilakukan melalui kebijakan cukai 2022 yang turut mempertimbangkan performa IHT yang sedang terpuruk. Kebijakan yang tepat diyakini dapat menjaga keberlangsungan industri yang tergolong sebagai industri padat karya ini.

     



    "Ada enam juta orang, termasuk para pekerja di segmen padat karya sigaret kretek tangan. Ketika mereka terlindungi, masih bisa jalan bagus, maka taraf ekonomi masyarakat akan baik," kata Wakil Bupati Jombang Sumrambah kepada wartawan, Kamis, 22 Juli 2021.

    Sumrambah menambahkan, kebijakan yang tepat juga dapat memberikan perlindungan bagi para petani tembakau yang bergantung pada kinerja IHT secara langsung. Ia menyebut, ada sekitar 5.000 hektare pertanian tembakau di wilayah Jombang saat ini.

    Ketua Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Sulami Bahar juga mengatakan, IHT terpukul akibat pandemi covid-19. Sulami berharap pemerintah dapat memberikan kepastian usaha dari pemerintah untuk mengurangi beban perusahaan yang berat seperti sekarang ini.

    "Salah satunya yang kami harapkan terkait tarif cukai tembakau tidak perlu naik untuk tahun depan, karena keputusan kenaikan cukai 2021 sangat memberatkan bagi produsen dan petani," ujarnya.

    Sepanjang 2020, ia menyebut, produksi IHT mengalami kontraksi produksi mencapai minus 9,7 persen. Hingga Mei 2021, terjadi penurunan produksi sekitar minus 4,3 persen persen dari tahun lalu. Sementara saat ini terjadi pengetatan sehingga produsen mengurangi produksi.

    "Bisa jadi penurunan produksi tahun ini lebih tajam dari tahun lalu, karena pengendalian pandemi belum ada perbaikan signifikan. Kami sebagai produsen bisa tetap produksi saja sudah syukur," pungkas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id