Majelis Pekerja Buruh Rayakan May Day dengan Aksi Sosial

    Husen Miftahudin - 29 April 2020 21:31 WIB
    Majelis Pekerja Buruh Rayakan <i>May Day</i> dengan Aksi Sosial
    Ilustrasi Mayday. Foto : AFP.
    Jakarta: Serikat buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) akan menggelar aksi sosial dalam memperingati Hari Buruh atau May Day pada 1 Mei 2020. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan empati para buruh di tengah meluasnya penyebaran virus korona (covid-19) di Indonesia.

    MPBI merupakan gabungan tiga konfederasi buruh, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI). Peringatan May Day bakal digelar dengan banyak kegiatan aksi sosial.

    "Kami ingin membuktikan bahwa buruh bukan hanya jago demo, tapi juga punya rasa empati dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama," kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea di Jakarta, Rabu, 29 April 2020.

    Andi Gani mengungkapkan ada banyak ragam kegiatan sosial yang dilakukan para buruh, di antaranya membagikan ribuan alat pelindung diri (APD) ke beberapa rumah sakit di Jabodetabek. Lalu ada pembagian hand sanitizer ke rumah sakit dan masyarakat.

    "Nanti kami akan bergerak serentak. Di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan lainnya untuk membagikan ribuan APD. Bukti bahwa buruh peduli tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan covid-19," ungkapnya.

    Tak hanya itu, MPBI juga akan melakukan kegiatan penggalangan dana sosial bagi buruh yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Terkait RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Andi Gani mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang menunda pembahasan hingga wabah covid-19 selesai. Namun Andi Gani meminta RUU Omnibus Law klaster ketenagakerjaan itu disusun ulang dengan melibatkan semua pihak termasuk buruh, terutama pada draf pasal-pasal yang merugikan buruh.

    Permintaan itu telah ia sampaikan kepada Kepala Negara saat berjumpa di Istana Negara, Rabu, 22 April 2020. "Kami ingin dicabut total dan dibahas drafnya dari awal. Kalau dengan draf ini kami akan tolak juga," tegasnya.

    Sementara itu Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan pelaksanaan May Day tahun ini akan diadakan dengan kampanye di media sosial (medsos) serta lewat virtual. Tuntutan yang akan dikampanyekan di medsos yaitu penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, PHK di tengah pandemi korona, serta meminta agar pengusaha tidak menghapus upah dan THR Lebaran.

    "Peringatan May Day dilakukan dengan banyak kampanye di media sosial dan virtual. Selain itu, aksi galang dana dari buruh untuk solidaritas pangan dan kesehatan para buruh yang kena PHK," ucap dia.

    Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengaku juga akan menggelar aksi sosial untuk memperingati May Day. Salah satu di antaranya adalah donor darah dan bantuan kepada buruh yang terdampak covid-19.

    Elly menyatakan aksi besar yang awalnya akan digelar pada 30 April 2020 dan menyambut May Day tidak jadi dilakukan. Karena, adanya keputusan tepat dari Presiden Jokowi yang menunda pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

    "Tahun ini May Day kita memang dalam situasi penuh keprihatinan karena wabah korona," tutup Elly.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id