Pertamina Diminta Awasi Ketat Proyek RDMP Balikpapan

    Husen Miftahudin - 23 Mei 2020 11:01 WIB
    Pertamina Diminta Awasi Ketat Proyek RDMP Balikpapan
    Gedung Pertamina. FOTO: Setkab
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) diminta mengawasi secara ketat proyek pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Permintaan itu muncul setelah salah satu mitra kerja mereka, Hyundai Engineering Construction terjerat kasus suap PLTU Cirebon.

    Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan pengawasan terhadap pembangunan RDMP Balikpapan penting karena proyek ini merupakan salah satu proyek stategis nasional.

    "Proyek ini (RDMP Balikpapan) harus diawasi Pertamina dan jangan sampai mangkrak. Kelancaran pengerjaan proyek sesuai target akan mempercepat perwujudan ketahanan energi nasional," ujar Yusri, dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2020.

    Nama Hyundai Engineering Construction menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut terjerat kasus dugaan suap proses perizinan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Cirebon. Dalam kasus tersebut, General Manager Hyundai Enginering Construction Herry Jung ditetapkan sebagai tersangka.

    RDMP Balikpapan merupakan satu dari enam megaproyek kilang yang dibangun Pertamina. Keenam megaproyek kilang itu terdiri atas empat proyek perluasan (RDMP) dan dua proyek pembangunan baru atau Grass Root Refinery (GRR).

    RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari (barrel per day/bpd) menjadi 360 ribu bpdserta meningkatkan kualitas produk dari BBM setara Euro II menjadi setara Euro V. Sedangkan Central Crude Lawe-Lawe memiliki kapasitas penyimpanan sebesar dua juta barel.

    Selain itu, RDMP Kilang Balikpapan akan mengurangi beban impor solar hingga 17 persen karena produksi solar meningkat 23 persen atau 30 ribu bpd. RDMP Kilang Balikpapan juga akan menghasilkan produk baru propilen sebesar 230 ribu ton per tahun.

    Proyek dengan nilai investasi sebesar USD6,5 miliar ini ditargetkan selesai pada 2023 mendatang untuk tahap pertama. Kemudian tahap kedua  ditargetkan tuntas pada 2025.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id