BPS Sebut Ekspor Pertanian Naik pada Februari 2020

    M Studio - 17 Maret 2020 18:18 WIB
    BPS Sebut Ekspor Pertanian Naik pada Februari 2020
    Kenaikan ekspor pertanian berdampak langsung pada kenaikan ekspor keseluruhan Indonesia bulan Februari 2020, yaitu naik sebesar 2,24 persen atau setara USD13,94 miliar (Foto:Antara/Yusran Uccang)
    Jakarta: Nilai ekspor pertanian naik sebesar 0,91 persen month of month (MoM) dan 28,04 persen year of year (YoY) dari total USD0,30 miliar pada Februari 2020. Kenaikan terjadi karena produk pertanian seperti biji kakao, sarang burung, tanaman obat, aromatik, dan subsektor rempah-rempah meningkat signifikan.

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Yunita Rusanti dalam video telekonferensi di Jakarta, Senin, 16 Maret 2020, mengatakan kenaikan ini terjadi saat sektor migas turun 0,02 persen.

    "Sedangkan, untuk ekspor nonmigas seperti pertanian tetap mengalami kenaikan," ujar Yunita, dikutip siaran pers.

    Yunita mengatakan, kenaikan ekspor pertanian juga berdampak langsung pada kenaikan ekspor keseluruhan Indonesia bulan Februari 2020, yaitu naik sebesar 2,24 persen atau setara USD13,94 miliar.

    "Pada Januari lalu sektor pertanian juga mengalami peningkatan ekspor tertinggi YoY dibanding sektor lainnya yang cenderung turun. Sementara, pada sektor industri pengolahan yang sebagian bahan bakunya berasal dari pertanian juga mengalami peningkatan meski hanya sebesar 3,16 persen," katanya.

    Di sisi lain, sektor pertanian juga merupakan satu-satunya sektor nonmigas yang paling bertahan dari berbagai gejolak dan ancaman krisis, seperti masuknya wabah Covid-19 di Indonesia.

    Dalam kesempatan terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa sektor pertanian dalam arti luas merupakan sektor yang paling tangguh, terutama dalam mengatasi krisis pertumbuhan sektor jasa.

    "Saat ini, potensi sektor pertanian dan peternakan sangat potensial menjaga stabilitas ekonomi. Dalam beberapa pengalaman sebelumnya, seperti pada kasus di Sulawesi Selatan, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tangguh dalam mengatasi krisis ekonomi," kata Mentan Syahrul.

    Terkait hal ini pada kesempatan lainnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan agar masyarakat Indonesia tidak meremehkan sektor pertanian sebagai sebuah kebutuhan melawan berbagai krisis. Sektor pertanian merupakan sektor yang tangguh dalam membantu stabilitas ekonomi.

    Presiden Jokowi berharap sektor pertanian dapat berkontribusi lebih besar, baik dari segi ekspor maupun peningkatan pendapatan masyarakat.

    “Sektor pertanian ini memberikan kontribusi besar bagi pembanunan ekonomi, baik dalam kontribusi ekspor maupun meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada pembukaan The 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) Tahun 2020 Istana Negara, Jakarta, Kamis, 12 Maret.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id