Erick Thohir: Indonesia Harus Bisa Mandiri Vaksin

    Ade Hapsari Lestarini - 25 Agustus 2020 22:03 WIB
    Erick Thohir: Indonesia Harus Bisa Mandiri Vaksin
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id.
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan Indonesia tidak bisa terus tergantung terhadap vaksin covid-19 dari luar negeri. Walaupun saat ini sudah mendapat komitmen kerja sama vaksin dari Tiongkok dan Uni Emirat Arab (UAE).

    Demikian disampaikan Erick dalam Program Metro TV Special Event, Indonesia Townhall, dikutip Medcom.id, Selasa, 25 Agustus 2020.

    Dia menambahkan, selain vaksin dari luar negeri, Indonesia tetap harus mandiri dalam membuat vaksin covid-19. Oleh karenanya vaksin Merah Putih tetap harus diadakan.

    "Karena kenapa? Vaksin yang ada saat ini, covid-19 ini termasuk virus yang pintar, dia itu bisa melakukan metamorfosis. Ini yang kita harus jaga. Vaksin-vaksin yang ada ini juga ada jangka waktunya, jadi ini bukan vaksin yang selamanya disuntik. Jadi nanti di suatu saat apakah setahun, dua tahun harus disuntik kembali, karena itu ketergantungan atas vaksin dari luar negeri ini jangan membuat kita terlena," jelas dia.

    Oleh karena itu pihaknya mendorong pengadaan vaksin Merah Putih. Adapun salah satu kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok dengan perusahaan BUMN untuk pengadaan vaksin ini agar ada transfer teknologi.

    "Apalagi Bio Farma sendiri kan sudah produksi vaksin setahun dua miliar, vaksin yang terdiri dari 15 macam. Sekarang Bio Farma sudah mempersiapkan produksi untuk covid-19 sebanyak 250 juta per tahun," tambah Erick.

    Maka dari itu, kerja sama pengadaan vaksin covid-19 menjadi hal penting bahwa bagi Indonesia dan Tiongkok serta UEA dan Indonesia, agar Indonesia bisa mandiri vaksin.

    Terkait vaksin covid-19, Erick memastikan Indonesia sudah mendapat komitmen kerja sama dengan Pemerintah UEA dan Tiongkok untuk pengadaan vaksin kurang lebih 30 juta.

    "Ini tentu sangat positif buat kita karena menjadi salah satu mempercepat pemulihan ekonomi dan terciptanya rasa aman untuk masyarakat. Di 2021 total pengadaan vaksin kurang lebih 250 juta-340 juta," paparnya.

    Hal ini tentunya meyakinkan pemerintah agar bisa bergerak cepat, karena tingkat keamanan masyarakat sudah baik. "Tinggal bagaimana kita segera mengadakan percepatan kerja untuk pembayaran vaksin dan bagaimana mengimplementasikan imunisasi massal di tahun depan dan tahun ini," pungkasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id