PGN Pacu Peningkatan Salur Gas untuk Kawasan Industri

    Suci Sedya Utami - 04 Juni 2021 22:05 WIB
    PGN Pacu Peningkatan Salur Gas untuk Kawasan Industri
    Ilustrasi penyaluran gas di kawasan industri - - Foto: Antara/ Risky Andrianto



    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen mendorong daya saing industri nasional dengan meningkatkan pemanfaatan gas bumi. Dengan portofolio pasokan terkontrak dengan pemasok di hulu ±1.000 british thermal unit per day (BBTUD), PGN diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi di KI.
     
    Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto mengatakan PGN akan mendukung pengembangan kawasan industri baru sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 di luar Pulau Jawa selaras dengan program gasifikasi pembangkit listrik sesuai Permen ESDM 13/2020.

    "Target PGN dalam jangka pendek adalah segera melaksanakan joint study bersama dengan pengelola Kawasan Industri untuk memetakan potensi kebutuhan gas bumi beserta moda transportasinya di Kawasan Industri. Saat ini Indonesia juga sudah memasuki era LNG, sehingga infrastruktur pendukung seperti virtual pipeline dapat dibangun untuk menjangkau wilayah Indonesia Timur secara lebih luas," ujar Haryo dalam keterangan resmi, Jumat, 4 Juni 2021.

    Hingga kini, PGN telah menyalurkan gas ke 75 kawasan industri di Indonesia. Penyaluran tersebut tersebar di 14 kawasan industri di Sumatra, 42 kawasan industri di Jawa Barat, serta 19 kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

     



    Jumlah pelanggan industri yang dilayani sebanyak 636 industri dengan volume sebesar 236 billion BBTUD Beberapa sektor industri yang menyerap volume besar adalah petrokimia, industri logam dan baja, keramik, kaca atau glassware, pulp & paper, tekstil hulu.

    Penyaluran tersebut sejalan dengan target Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menciptakan 156 kawasan industri dengan jumlah lahan 65 ribu hektare (ha) hingga akhir 2021.

    PGN pun telah menandatangani pokok-pokok perjanjian (HOA) penyediaan pasokan gas dan infrastruktur pendukungnya dengan Kawasan Industri Kendal dengan estimasi kebutuhan gas sebesar 37 BBTUD dan Kawasan Industri Terpadu Batang sebesar 10 BBTUD.

    "PGN terus mendorong agar kerja sama dengan kawasan industri dapat segera terealisasi, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Mengingat sampai saat ini, kawasan industri di Indonesia masih dominan di wilayah Indonesia Bagian Barat," jelas Haryo.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id