Erick Thohir: Kerja Sama Indonesia-Tiongkok sebagai Upaya Penanganan Krisis

    Annisa ayu artanti - 06 Juni 2021 09:36 WIB
    Erick Thohir: Kerja Sama Indonesia-Tiongkok sebagai Upaya Penanganan Krisis
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto : MI.



    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan pertemuan delegasi Indonesia dengan pemerintah Tiongkok yang berlangsung pada Sabtu, 5 Juni 2021 membahas sejumlah agenda, merupakan bentuk dari upaya penanganan krisis. Pasalnya, di era pandemi semua negara tidak bisa bergerak sendiri melainkan perlu adanya kerja bersama dan kolaborasi.

    "Pada era pandemi yang seluruh negara terdampak, maka kerja sama menjadi jawaban untuk bisa bersama mengatasi krisis," kata Erick dalam keterangan tertulis, Minggu, 6 Juni 2021.

     



    Ia mengatakan kerja sama dengan Tiongkok juga merupakan komitmen dan usaha bersama untuk berkontribusi memberi perbaikan di segala sektor pascapandemi.

    Adapun, khusus di sektor BUMN, Indonesia dan Tiongkok telah menjalin sejumlah kesepakatan strategis, seperti kerja sama Indonesia sebagai hub regional untuk produksi vaksin, pembangunan pabrik bahan baku obat, dan R&D untuk obat herbal.  

    "Tentu ini merupakan hal yang positif. Komitmen kerja sama untuk kita mandiri di dunia kesehatan sebagai ketahanan nasional," ucapnya.

    Tak hanya itu, lanjut Erick, kerja sama dengan Tiongkok juga dilakukan pada sejumlah proyek infrastruktur vital dan kemaritiman juga disepakati untuk ditingkatkan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini menempatkan narasi keberpihakan terhadap perekonomian rakyat.

    Kerja sama juga dengan memperhatikan kepentingan nasional yang strategis. Proyek akan melibatkan BUMN yang akan menjadi motor pembangunan di sejumlah wilayah di Nusantara.

    "Tak hanya di pulau Jawa, melainkan pula pembangunan strategis di wilayah Timur Indonesia. Sebagai misi untuk mempertegas kedaulatan maritim dan perikanan, Indonesia akan membangun pelabuhan perikanan di Ambon sebagai bagian untuk menyukseskan program lumbung ikan nasional," ujar Erick.

    Erick menambahkan, sesuai dengan yang disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, bahwa kerja sama yang dilakukan dengan Tiongkok didasari dengan kesetaraan.

    Kedua negara berkomitmen untuk mempererat kerjasama dalam merespons tantangan global. Kedua negara sepakat dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan yang terkait dengan BUMN, keuangan, investasi, kesehatan, dan kemaritiman.  

    "Seperti disampaikan bapak Menko Kemaritiman dan Investasi bahwa kerja sama berlandaskan kesamaan dan kesetaraan kedua negara sebagai mitra yang memiliki semangat senasib dan sepenanggungan," punglas Erick.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id