Pascarelokasi Pabrik ke Indonesia, Panasonic Perdana Ekspor Mesin Cuci ke Jepang

    Suci Sedya Utami - 23 September 2021 15:48 WIB
    Pascarelokasi Pabrik ke Indonesia, Panasonic Perdana Ekspor Mesin Cuci ke Jepang
    Ilustrasi Panasonic - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melepas ekspor mesin cuci PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) ke Jepang. PMI merupakan perusahaan mesin cuci yang berhasil direlokasi pemerintah dari Tiongkok ke Indonesia.

    "Hari ini kami melepas ekspor perdana produk mesin cuci dari PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI) ke Jepang. Ini merupakan hasil relokasi produksi mesin cuci dari Tiongkok," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara ekspor perdana produk mesin cuci tersebut, Kamis, 23 September 2021.

     



    Agus menyampaikan, relokasi dan ekspor produk mesin cuci ke Jepang tersebut sangat membanggakan, karena negara tersebut dikenal memiliki pasar yang sangat sensitif dan selektif terhadap kualitas produk. Artinya, kualitas mesin cuci produksi PMI bagus.

    Selain mesin cuci, Kemenperin juga merelokasi produksi AC dari Malaysia ke Indonesia, serta merelokasi produksi lemari es dari Thailand yang produknya akan diekspor ke Jepang dan Hong Kong. Selain itu, relokasi produksi mesin cuci dari Taiwan ke Indonesia, yang nantinya diekspor ke Taiwan.

    Kemenperin mencatat, ekspor mesin cuci menembus USD14 juta sepanjang 2020, mengalami kenaikan 107 persen dibandingkan capaian 2019 sebesar USD6,76 juta. Pada semester I-2021, ekspor mesin cuci mencapai USD4,85 juta.

    Ia menjelaskan, pengelolaan dan perbaikan iklim usaha telah diakomodasi oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam UU tersebut, para pelaku industri di tanah air mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari izin usaha hingga pemberian insentif fiskal dan nonfiskal. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi covid-19, yang sama-sama memprioritaskan pemulihan kesehatan dan ekonomi.

    "Pemerintah terus berupaya untuk menjaga tingkat resiliensi industri di dalam negeri melalui sejumlah kebijakan strategis, misalnya berupa pemberian stimulus atau insentif sehingga para pelaku industri bisa mengatasi tantangan pandemi dan terus bertumbuh," ucap Agus.


    Pada kuartal II-2021, Indonesia mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan mencapai 7,07 persen. Sektor yang memberikan kontribusi terbesar atas kenaikan PDB nasional tersebut adalah industri manufaktur, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,91 persen meskipun mengalami tekanan akibat pandemi covid-19.

    Pada Januari-Juni 2021, realisasi investasi sektor industri menembus Rp167,1 triliun atau berkontribusi sebesar 37,7 persen dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp442,7 triliun. Bahkan, nilai investasi sektor industri di semester I-2021 tersebut naik 29 persen dibanding periode yang sama pada 2020 sebesar Rp129,6 triliun.

    Sepanjang enam bulan tahun ini, nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dari sektor industri sebesar Rp46,3 triliun atau berkontribusi 21,6 persen dari total PMDN yang mencapai Rp214,2 triliun. Sedangkan, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) dari sektor industri sebesar Rp120,8 triliun atau berkontribusi 52,9 persen dari total PMA yang mencapai Rp228,5 triliun.

    Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mengemukakan, dari kegiatan ekspor yang dilakukan PT PMI menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di kancah global.

    "Kami optimistis Indonesia bisa menjadi champion di sektor industri elektronika," tutur Taufiek.


    Di samping itu, Taufiek menyatakan Kemenperin sedang mendorong program substitusi impor 35 persen pada akhir 2022. Salah satu strateginya adalah pendalaman struktur industri melalui peningkatan produksi komponen elektronika di dalam negeri.

    Sementara itu, Presiden Direktur PT PMI Tomonobu Otsu menyampaikan Panasonic ingin melaksanakan misinya berkontribusi pada Indonesia, dan secara aktif akan melakukan ekspansi ekspor serta meningkatkan bisnis di Indonesia melalui produk-produk yang mendukung kehidupan masyarakat yang sejahtera.

    "PT PMI mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian yang telah memberikan dukungan dan arahan yang jelas mengenai protokol kesehatan covid-19 untuk industri, serta memberikan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sehingga produksi tetap dapat dilaksanakan dan dapat melakukan ekspor ke Jepang sesuai rencana," jelas dia.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id