Sepanjang 2020 Konsumsi Listrik Minus 0,19%

    Suci Sedya Utami - 22 Januari 2021 15:39 WIB
    Sepanjang 2020 Konsumsi Listrik Minus 0,19%
    Ilustrasi konsumsi listrik turun - - Foto: dok PLN



    Jakarta: Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sepanjang 2020 konsumsi listrik mengalami penurunan 0,19 persen. Penurunan ini tidak terlepas dari tekanan pandemi covid-19.

    Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan di awal pandemi covid-19 sekitar Mei-Juli, pihaknya optimistis konsumsi listrik bakal tumbuh positif. Namun di bulan-bulan akhir Oktober-Desember, konsumsinya masih rendah.




    "Tapi sampai Desember malah minus 0,19 persen," kata Hendra dalam webinar, Jumat, 22 Januari 2021.

    Hendra menjelaskan hingga akhir tahun lalu, konsumsi listrik mencapai 242,6 terawatt hour (TWh). Sementara pada periode yang sama di 2019 konsumsi listrik sebesar 243,06 TWh. Penurunan ini disumbang oleh konsumsi pelanggan industri yang anjlok 7,34 persen dari 77,14 TWh menjadi 71,48 TWh dan juga pelanggan bisnis yang turun 8,95 persen dari 44,44 Twh menjadi 40,47 Twh.

    Sementara untuk konsumsi pelanggan rumah tangga tumbuh signifikan 9,48 persen dari 102,92 TWh menjadi 112,68 TWh. Hal ini tidak terlepas dari kegiatan pembatasan sosial sehingga membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas dari rumah.
     
    Kendati demikian, pertumbuhan positif pelanggan rumah tangga belum mampu mengkompensasi penurunan di pelanggan industri dan bisnis. Sementara realisasi konsumsi listrik pelanggan sosial turun dari 8,55 TWh menjadi 8,04 TWh dan pemerintah berkurang dari 8,33 TWh menjadi 8,22 TWh.
     
    Di 2021, konsumsi listrik diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,86 persen yang ditetapkan dalam APBN atau setara 266,47 TWh. "Di bisnis dan industri turun cukup tinggi, sosial dan pemerintah juga turun. Walau yang paling dominan turun industri dan bisnis," jelas Hendra.
     
    Sementara itu, PT PLN (Persero) memperkirakan proyeksi yang lebih rendah, meskipun perusahaan pelat merah tersebut tetap optimis pemulihan ekonomi nasional akan berpengaruh positif bagi konsumsi listrik.

    Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan konsumsi listrik tahun ini tumbuh 2,13 persen atau sebesar 249 TWh. "Mengapa bisa positif? Ini dengan harapan adanya vaksin, dan efektifitasnya semakin bagus dan vaksin sudah berdatangan, kemudian dengan stimulus PEN sudah jalan efektif, maka semua akan tumbuh,” jelas Bob.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id