Transisi Energi Bikin Pendapatan Pertamina Dicaplok PLN

    Suci Sedya Utami - 06 Oktober 2020 15:41 WIB
    Transisi Energi Bikin Pendapatan Pertamina Dicaplok PLN
    Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Budi Gunadi Sadikin. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Budi Gunadi Sadikin mengatakan transisi energi menyebabkan adanya pihak yang menang dan kalah. Hal tersebut sudah sering ia katakan pada jajaran direksi di PT Pertamina (Persero).

    Sebagai Wakil Komisaris Utama di perusahaan minyak dan gas (migas) Tanah Air, Budi mengatakan peralihan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) yang makin berkembang akan berpengaruh pada pendapatan perseroan. Pasalnya, hampir 80 persen pendapatan Pertamina disokong oleh kegiatan hilir yakni penjualan BBM.

    Sementara di masa transisi energi saat ini, banyak pihak mulai beralih ke energi yang lebih bersih dan meninggalkan penggunaan energi yang menciptakan dampak polusi. Hal ini pun sebenarnya sesuai dorongan pemerintah dan juga dunia untuk mendorong pemanfaatan EBT demi mengurangi emisi gas buang rumah kaca yang menyebabkan dampak kerusakan lingkungan.

    "Orang akan menjauhi energi yang berasal dari karbon yaitu BBM dan sudah mulai terlihat lebih banyak orang-orang muda senang pakai mobil listrik dibandingkan mobil yang menggunakan BBM," kata Budi dalam seminar yang digelar oleh Lemhannas, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Dirinya mengatakan dengan adanya transisi tersebut akan membuat pendapatan Pertamina terkikis. Bahkan dengan perubahan pola konsumsi energi BBM ke listrik pada sektor transportasi akan mengalihkan pendapatan Pertamina ke PT PLN (Persero). Perusahaan setrum pelat merah tersebut bakal meraup kenaikan pendapatan yang berasal dari pelanggan Pertamina.

    "Revenue Pertamina akan hilang, pindah ke PLN karena berubah jadi mobil listrik. Memang tidak akan 100 persen langsung, mungkin butuh 20-30 tahun," ujar Budi.

    Mantan Direktur Utama Inalum ini menambahkan yang terjadi saat ini adalah transisi energi kedua. Sebelumnya pernah ada transisi energi pertama pada 1850, yang saat itu penemuan minyak, karbon, kayu bisa diubah menjadi energi gerak. Ia bilang setiap transisi energi yang terjadi mengubah tatanan dunia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id