Produk Garam Berkualitas Bali Didorong untuk Pasar Lokal

    Antara - 05 April 2021 11:01 WIB
    Produk Garam Berkualitas Bali Didorong untuk Pasar Lokal
    Ilustrasi petani garam. FOTO: MI/Ghozi



    Singaraja: Produk garam berkualitas tinggi dari Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, yang sudah menembus pasar ekspor akan didorong untuk memasok pasar lokal. Harapannya dapat dinikmati masyarakat Pulau Dewata.

    "Garam kita luar biasa, orang luar negeri tahu benar kualitas garam kita, tetapi kenapa malah yang kita konsumsi ialah garam yang kurang berkualitas," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Koster, saat berkunjung ke tempat produksi garam piramid di Desa Tejakula, Singaraja, Kabupaten Buleleng, dilansir dari Antara, Senin, 5 April 2021.






    Menurut istri Gubernur Bali itu, bagus sekali jika garam lokal berkualitas dari Tejakula, Kabupaten Buleleng, bisa menembus pasar ekspor, yang pastinya dihargai tinggi. "Namun lebih baik lagi jika masyarakat kita juga menikmati dan mendapatkan manfaat garam sehat kita," ucapnya.

    Putri Koster menambahkan Bali yang wilayahnya kecil dianugerahi potensi yang luar biasa termasuk dari hasil garam yang diperoleh dari lautnya. Namun sayangnya, garam yang begitu terkenal di dunia malah terbentur regulasi di negara sendiri.

    "Kita negara kepulauan malah impor garam, ini kan aneh? Garam kita ini sehat dan berkualitas, jadi sudah sepantasnya dimanfaatkan masyarakat kita. Ini sudah dibiarkan sejak zaman Orde Baru, untuk itu perlu pemimpin tegas dan berani yang bisa mengupayakan tata kelola hal tersebut," ujarnya.

    Di sisi lain, Putri Koster menyinggung minuman tradisional arak yang dulunya masuk daftar negatif investasi, bahkan perajin dan pedagangnya dikejar pihak berwajib. "Sekarang dengan keberanian tegas Pak Gubernur, bisa dibuat regulasi dan tata kelolanya, sehingga sudah mulai bergeliat perajin kita. Presiden pun sudah membuat regulasi baru untuk investasinya," katanya.

    Sementara itu, Made Wijana selaku produsen garam mengaku selama ini pemasaran garam khas Tejakula tersebut terbentur regulasi yang mengharuskan garam yang beredar punya kadar yodium minimal 40 ppm.

    "Sedangkan untuk pasar luar justru tidak menghendaki demikian, karena yang disukai garam dengan rasa lebih alami. Para chef pun lebih suka garam kita, karena lebih mudah mengatur kadar rasanya dalam masakan," pungkas Wijana.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id