Petani Didorong Tingkatkan Daya Saling Lada Lewat Aplikasi Digital

    Rendy Renuki H - 01 April 2021 22:47 WIB
    Petani Didorong Tingkatkan Daya Saling Lada Lewat Aplikasi Digital
    Peluncuran virtual aplikasi digital komoditas lada, Kamis (1/4) (Istimewa)



    Jakarta: Indonesia saat ini menjadi salah satu negara eksportir lada terbesar kedua di dunia. Per tahunnya, komoditas lada mampu disuplai hingga 78.000 ton untuk pasa domestik dan global.

    Demi mendorong petani meningkatkan daya saing lada saat ini, dibutuhkan solusi teknologi komprehensif. Salah satunya lewat aplikasi berbasis digital yang mudah diakses para petani, seperti SpiceUp.






    Aplikasi itu memberikan solusi berupa geodata bagi para petani di lokasi perkebunan yang berbeda. CEO Verstegen Spice & Sauces B.V, Michel Driessen, optimistis aplikasi ini bisa menjadi terobosan bermanfaat bagi petani, serta pengusaha lada.

    "Dengan kombinasi teknologi satelit, data lokasi dan survey lapangan, pengguna dapat mengandalkan SpiceUp untuk mengakses informasi spesifik seputar prediksi cuaca, saran pengelolaan air, tanah dan hama penyakit, rekomendasi GAP, traceability (keterlacakan) dan harga pasar yang menguntungkan posisi petani kecil," ujarnya saat peluncuran virtual, Kamis 1 April 2021.

    Terobosan ini pun disambut baik pemerintah yang diwakili Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian. Serta beberapa wilayah produsen lada macam Provinsi Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, dan  Kalimantan Timur. 

    Kepala Badan Penelitian & Pengembangan Kementerian Pertanian Fadjry Djufry menuturkan, Indonesia masih tertinggal sekitar 150.000 hektar dan produksi/ ha dibandingkan Vietnam yang patut menjadi PR bagi segenap jajaran, termasuk pemerintah daerah. 

    "Kami telah merilis 10 varietas lada unggul yang sudah tersebar di beberapa propinsi dan menyambut gembira inisiatif SpiceUp sebagai salah satu upaya perbaikan produktivitas melalui berbagai program teknis, peningkatan ekspor dan inovasi untuk mengembalikan kejayaan rempah Indonesia," jelas Fadjry.

    Sebagai upaya tindak lanjut peluncuran aplikasi SpiceUp, kegiatan bimbingan teknis kepada petani di sentra penghasil lada utama di Indonesia akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi.

    Sehingga diharapkan akan lebih banyak lagi petani lada yang mengetahui, mengunduh aplikasi yang sudah tersedia di Google Play Store, dan menerapkan rekomendasi dari SpiceUp di kebun mereka.

    Selain itu, kebun percontohan skala kecil di lahan petani juga akan dikembangkan di beberapa wilayah di provinsi Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur sebagai media pembelajaran petani secara langsung mengenai penerapan saran dan rekomendasi yang diberikan oleh aplikasi tersebut.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id