comscore

LPEI Dorong Perluasan Ekspor Batik

Eko Nordiansyah - 15 Maret 2022 15:36 WIB
LPEI Dorong Perluasan Ekspor Batik
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan.
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank terus memperluas kerja sama dalam pengembangan industri yang berorientasi ekspor. Salah satu produk potensial yang bisa didorong ke pasar global adalah batik. Selain memiliki ciri khas tersendiri, industri batik juga menyerap banyak tenaga kerja.

"Industri batik sebagai penyerap tenaga kerja yang tinggi di Indonesia menjadi sangat potensial untuk terus dikembangkan," kata Corporate Secretary LPEI, Chesna F. Anwar dalam keterangan resminya, Selasa, 15 Maret 2022.
Tercatat saat ini 47 unit usaha batik dari 101 Sentra batik di seluruh wilayah Indonesia dan mampu menyerap hingga 200 ribu tenaga kerja. UNESCO bahkan telah menobatkan Batik Indonesia sebagai salah satu warisan budaya di bidang Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

LPEI bekerja sama dengan Dekranasda Surakarta, Direktorat Jenderal Bea & Cukai (DJBC), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II Kementerian Keuangan, dan pelaku usaha ekspor batik di wilayah Solo dan sekitarnya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema 'Industri Fashion Batik Menuju Pasar Dunia'.

"FGD ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi UKM menjadi mahir ekspor khususnya di Provinsi Jawa Tengah, mengorkestrasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekspor batik, serta meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing tinggi," ujar Chesna dalam FGD yang diselenggarakan di Rumah Ekspor Solo.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan dalam meningkatkan ekspor nasional, ia menambahkan, LPEI memiliki program Rumah Ekspor yang diharapkan dapat menjadi pusat pertemuan seluruh pihak dalam ekosistem ekspor di suatu wilayah termasuk industrinya.

FGD yang melibatkan seluruh pelaku UKM batik di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya ini berisikan sejumlah materi seperti potensi ekspor fashion batik, pengalaman ekspor batik, perkembangan fashion batik di dunia serta sharing session pelaku UKM Ekspor batik di wilayah Jawa Tengah.

Tak hanya pelaku UKM, peserta FGD juga terdiri dari alumni Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan asosiasi. Ketua Dekranasda Surakarta yang diwakili oleh Kabag Perekonomian Kota Solo Yanti mengaku pihaknya mendukung industri batik yang ada di Kota Solo dengan adanya karnaval dan kampong batik.

"Kami juga mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan wujud nyata pengembangan ekspor nasional khususnya industri batik serta menginspirasi UKM ditengah kondisi perekonomian saat ini. Sinergi dan kolaborasi seperti ini tentu sangat dibutuhkan untuk membawa industri batik melompat bersama menuju kancah internasional," pungkas Yanti.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id