comscore

Jadi Solusi Kelistrikan Indonesia, Apa Itu DMO Batu Bara?

Annisa ayu artanti - 11 Januari 2022 14:11 WIB
Jadi Solusi Kelistrikan Indonesia, Apa Itu DMO Batu Bara?
Ilustrasi pekerja tambang atu bara - - Foto: dok AFP
Jakarta: Masalah pemenuhan pasokan batu bara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) untuk kebutuhan listrik Tanah Air menjadi perbincangan publik baru-baru ini.

Pasalnya, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM mengeluarkan surat larangan ekspor batu bara sementara, mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2022.
 
Hal tersebut membuat geram perusahaan-perusahaan tambang yang menjalankan bisnisnya melalui ekspor di tengah meroketnya harga komoditas dunia.

Lantas, apa yang dimaksud DMO Batu bara?

DMO batu bara merupakan kebijakan yang dibuat pemerintah untuk menjamin pasokan sumber energi primer dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

 



Aturan DMO batu bara ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/202 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri.

Dalam beleid tersebut, pemegang Izin Usaha Pertambangan tahap kegiatan Operasi Produksi Batubara, Izin Usaha Pertambangan Khusus tahap kegiatan Operasi Produksi Batubara, Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara tahap Operasi Produksi dan Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak wajib menjual sebesar 25 persen dari rencana jumlah produksi batu bara tahunan yang disetujui oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Batu bara tersebut akan digunakan untuk kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik dan bahan baku industri.
 
Jika perusahaan pemegang izin usaha tidak memenuhi persentase penjualan batu bara dalam negeri, maka akan terkena pelarangan ekspor selama mereka memenuhi kontrak penjualan tersebut. Selain pelarangan ekspor, perusahaan pemegang izin usaha juga bisa terkena denda.

Adapun mengenai harga jual batu bara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum adalah sebesar USD70 per metrik ton Free on Board (FOB) vessel yang didasarkan atas spesifikasi acuan kalori kcal/kg GAR, total moisture delapan persen, dan ash 15 persen.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id