comscore

Kemenperin Siap Pasok Ribuan Naker Kompeten ke Industri Morowali

Husen Miftahudin - 10 Januari 2022 20:51 WIB
Kemenperin Siap Pasok Ribuan Naker Kompeten ke Industri Morowali
Ilustrasi kawasan industri - - Foto: MI/ Atet Dwi Pramadia
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Morowali dalam rangka mewujudkan program Pendidikan Setara Diploma Satu Vokasi Industri.

Langkah strategis ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dan berdaya saing. "Kami telah melaksanakan penandatanganan MoU terkait Penyelenggaraan dan Pengembangan Program Pendidikan Setara Diploma Satu Vokasi Industri antara BPSDMI Kemenperin dengan Pemkab Morowali," kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan dalam siaran persnya, Senin, 10 Januari 2022.
Arus menjelaskan, Program Setara D1 tersebut berbasis kompetensi di bidang pengolahan logam dengan menyesuaikan kebutuhan sejumlah industri di Kabupaten Morowali. Adapun jumlah kebutuhan SDM industri per tahun telah tembus di angka 682 ribu orang, sedangkan jumlah rata-rata kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Morowali mencapai 40 ribu orang per tahun.

Ia menambahkan, pihaknya siap untuk terus mendukung pengembangan industri di Kabupaten Morowali, seperti yang sudah dilakukan selama ini melalui Politeknik Industri Logam Morowali yang telah menghasilkan lulusan kompeten untuk pemenuhan SDM industri di Kabupaten Morowali.

"Penyelenggaraan Program Setara D1 ini melibatkan unit pendidikan di lingkungan Kemenperin, yakni Politeknik Industri Logam Morowali, salah satu yang akan dikerjasamakan dengan Pemkab Morowali," imbuhnya.

Melalui Program Setara D1 ini, Kemenperin dan Pemkab Morowali ingin meningkatkan potensi pengembangan industri pengolahan logam di Kabupaten Morowali. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah dalam menjalankan kebijakan hilirisasi industri, khususnya untuk meningkatkan nilai tambah minerba yang ada di dalam negeri.

Kemenperin mencatat, hilirisasi industri telah berjalan di berbagai sektor, antara lain pertambangan. Contohnya di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang sudah berhasil melakukan hilirisasi terhadap nickel ore menjadi stainless steel. Sebagai gambaran, harga nikel ore kalau dijual hanya sekitar USD40 sampai USD60, sedangkan ketika sudah menjadi stainless steel harganya bisa di atas USD2.000.

Sementara itu, nilai ekspor produk dari Kawasan Industri Morowali, sudah mampu menembus USD4 miliar, baik itu pengapalan produk hot rolled coil maupun cold rolled coil ke Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Kontribusi Kawasan Industri Morowali, juga diperlihatkan dari capaian investasi yang signifikan, lebih dari USD5 miliar dan jumlah penyerapan tenaga kerja melampaui 30 ribu orang.

Bupati Morowali Taslim mengatakan, kerja sama dengan Kemenperin ini ditujukan sebagai upaya untuk pengembangan potensi daerah Kabupaten Morowali secara menyeluruh, salah satunya adalah sektor pengolahan logam. Pemkab Morowali berkeinginan pula untuk mengembangan Sentra IKM untuk tekstil dan pengolahan ikan roa.

"Ke depan, kerja sama yang dilakukan tidak hanya untuk penyediaan industri logam saja, tetapi juga pengembangan sentra IKM di bidang garmen dan program-program pengembangan SDM industri lainnya," pungkas Taslim.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id