Kemenperin Pastikan Kawal Investasi Masuk ke Kawasan Industri

    Ilham wibowo - 02 Juni 2020 13:12 WIB
    Kemenperin Pastikan Kawal Investasi Masuk ke Kawasan Industri
    Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan investasi aman di tengah covid-19. Foto: Dok. Kemenperin
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal terus mendorong peningkatan investasi sektor industri di Tanah Air, baik asing maupun domestik. Perekonomian nasional perlu terus bergerak menghadapi tekanan berat pandemi covid-19.
     
    “Pemerintah bertekad menciptakan iklim usaha yang kondusif, dan kami senantiasa mengawal masuknya investasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian (Meperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020.

    Agus menegaskan, pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait memastikan proses penanaman modal oleh para calon investor bisa berjalan tanpa hambatan. Sejumlah kebijakan strategis telah dikeluarkan mulai dari deregulasi hingga pemberian insentif fiskal dan nonfiskal untuk mempercepat realisasi.

    "Di tengah kondisi sulit seperti saat ini, karena adanya wabah covid-19, kami juga sudah mengusulkan berbagai stimulus agar industri kita bisa meningkatkan produktivitasnya. Sebab, aktivitas manufaktur selama ini memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional, seperti dari capaian nilai investasi dan ekspor," paparnya.

    Sektor industri, lanjut Agus, tercatat masih menjadi penyumbang paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 19,98 persen pada triwulan I-2020. Walaupun diterpa dampak pandemi covid-19, ekspor dari industri pengolahan selama tiga bulan pertama tahun ini mampu menyetor hingga 78,96 persen terhadap total nilai ekspor nasional yang mencapai USD41,78 miliar.

    Bahkan, sepanjang Januari-Maret 2020, total penanaman modal sektor manufaktur menyentuh angka Rp64 triliun atau naik 44,7 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp44,2 triliun. Nilai investasi industri manufaktur di kuartal I-2020 tersebut memberikan kontribusi signifikan hingga 30,4 persen dari total investasi keseluruhan sektor yang menembus Rp210,7 triliun.

    "Masuknya investasi juga akan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri serta memberikan nilai tambah bagi bahan baku lokal dan mendongkrak daya saing industri kita. Selain itu, mendukung pembangunan daerah dan memberikan efek yang luas pada pembukaan lapangan kerja. Hingga saat ini, total penyerapan tenaga kerja di sektor industri lebih dari 18,87 juta orang," imbuhnya.

    Menurut Agus, Indonesia perlu menangkap peluang investasi dari berbagai negara potensial, terutama mereka yang ingin merelokasi pabriknya seperti beberapa perusahaan Amerika Serikat dan Jepang.

    "Oleh karenanya, kita harus benar-benar persiapkan dengan matang, termasuk ketersediaan kawasan industri dan infrastruktur yang terintegrasi," tegasnya.

    Apalagi, Indonesia dinilai masih menjadi negara tujuan investasi karena memiliki keunggulan dari letak geografis dan pasar domestik yang besar sehingga dapat dijadikan hub manufaktur di wilayah ASEAN. Daya tarik lainnya bagi investor, Indonesia telah menyatakan kesiapan dalam menerapkan industri 4.0 karena produksi akan lebih berkualitas dan efisien dengan penggunaan teknologi terkini.

    Agus menambahkan, dalam memantau kegiatan dan melakukan pembinaan industri khususnya di masa pandemi covid-19, pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Dukungan dari Pemda sangat penting dalam pengembangan industri nasional bisa lebih cepat dan menjadi ujung tombak atau motor penggerak utama bagi perekonomian nasional.

    Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam kurun lima tahun terakhir, sejak 2015 hingga triwulan I-2020, investasi di industri makanan menjadi sektor yang tertinggi menggelontorkan dananya di tanah air dengan nilai mencapai Rp293,2 triliun atau berkontribusi 21,7 persen dari total investasi sektor manufaktur sebesar Rp1.348,9 triliun.

    Sektor berikutnya yakni industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang menunjukkan peningkatan pada 2019 dan triwulan I-2020 dengan total investasi mencapai Rp266,7 triliun. Kemudian industri kimia dan farmasi berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi Rp243,9 triliun.

    "Salah satu sektor yang sedang kami genjot investasinya adalah industri farmasi. Hal ini sejalan dengan target kemandirian sektor kesehatan, baik industri farmasi maupun industri alat kesehatan," pungkas Agus.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id