PGN Jamin Layanan Pelanggan Tidak Terganggu Akibat Korona

    Gervin Nathaniel Purba - 17 Maret 2020 11:58 WIB
    PGN Jamin Layanan Pelanggan Tidak Terganggu Akibat Korona
    Kunjungan Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto (14 Maret 2020) ke fasilitas dan infrastruktur gas bumi PGN, di Cibinong, meskipun terjadi pandemik virus korona, sebagai upaya PGN untuk senantiasa menjaga kelancaran penyaluran gas bumi
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negar Tbk (PGN) tetap berkomitmen untuk terus memberikan  layanan pelanggan sesuai standar kualitas yang telah berjalan meskipun penyebaran virus korona (covid-19) meningkat. PGN juga memastikan prosedur keselamatan operasi dipatuhi di seluruh lini bisnis perusahaan.

    "Kami sangat prihatin dengan situasi saat ini di mana sebaran virus korona terus meluas. Meski demikian, sebagai sub-holding gas bumi, PGN memiliki protokol kerja yang dapat menjamin layanan kepada pelanggan tetap berjalan normal," ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, mengutip keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020.

    Saat ini, PGN melayani lebih dari 359 ribu pelanggan dari berbagai segmen. Seperti kelistrikan, pupuk, industri, UMKM, transportasi hingga rumah tangga. Dengan pengalaman pengelolaan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi lebih dari setengah abad, PGN telah menyiapkan prosedur tetap apabila terjadi hambatan dalam proses operasi perusahaan. 

    Berkaca dari pengalaman sebelumnya,  ketika jaringan gas bumi kepada pelanggan di Jakarta Timur mengalami kerusakan pada akhir tahun lalu. Dalam waktu singkat, tidak lebih dari 48 jam, pasokan gas dapat segera teratasi. 

    Saat itu, PGN menyalurkan Compress Natural Gas (CNG) kepada 6.896 pelanggan RT di lima lokasi di wilayah Jakarta Timur. Di antaranya, Metering Regulating Station (MRS) Rusun Klender, Perumnas Klender, Rawamangun, Pulomas dan Pulogadung.

    "Kami telah menyiapkan mekanisme untuk mengatasi setiap hambatan dalam penyaluran gas kepada pelanggan. Kami berharap pelanggan PGN tetap tenang dalam situasi apapun. Termasuk dalam mengantisipasi merebaknya wabah virus Corona ini," ujar Rachmat.

    PGN juga memastikan bahwa proyek pembangunan infrastruktur yang sudah direncanakan perusahaan akan tetap berjalan. Rencananya, tahun ini akan menambah jaringan pipa gas untuk membangun jaringan gas rumah tangga sebanyak 316 ribu di 49 kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. 

    Sementara untuk mendukung bertumbuhnya sektor industri di daerah, PGN juga sedang membangun proyek infrastruktur gas di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa daerah di Sumatera.

    Rachmat mengungkapkan, proyek infrastruktur gas bumi tahun ini ditargetkan bertambah sepanjang 453 km. Mayoritas pembangunan infrastruktur tersebut dialokasikan untuk mendukung pertumbuhan industri di daerah melalui pemanfaatan gas bumi. Sebagai energi baik, gas bumi terbukti lebih efisien, ramah lingkungan, dan banyak diproduksi di dalam negeri.

    "Pada 2020, PGN akan membangun infrastruktur gas untuk industri dan rumah tangga sepanjang 453 km. Kami berharap penguatan infrastruktur ini akan semakin meningkatkan ketahanan energi Indonesia," ujarnya. 

    Sosialisasi Covid-19 di PGN

    Sebagai antisipasi sebaran covid-19, PGN telah mengedarkan sosialisasi penanganan covid-19 kepada saluruh pekerja. Termasuk himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan personal terhadap penularan covid-19. Misalnya, menghindari keramaian (public area) kecuali keperluan penting dan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

    “Kami mengimbau seluruh pekerja untuk wajib saling mengingatkan kepada pekerja yang lain bila ada pekerja yang demam, batuk, atau gangguan pernapasan lainnya agar segera berobat di klinik perusahaan atau rumah sakit serta menggunakan masker,” kata Direktur Sumber Daya dan Umum PGN Desima E. Siahaan.

    Desima juga mengharapkan agar setiap pekerja tetap tenang, tidak mudah terpancing kepanikan, dan mengikuti perkembangan kasus covid-19 melalui sumber yang valid dan terpercaya. PGN akan meningkatkan edukasi tentang pencegahan dan penanggulangan covid- 19 dengan tetap mempertimbangkan berjalannya bisnis dan operasional perusahaan.

    “Kami telah mengeluarkan surat, terkait himbauan work from home (WFH/kerja dari rumah) bagi pekerja PGN meski tidak untuk semua pekerja. Seluruh Anak Perusahaan dan Afiliasi telah menyiapkan dan mengatur kemungkinan dijalankannya Satellite Office dan Corporate’s WFH yang disesuaikan dengan karakteristik dan proses bisnis masing-masing dengan tetap mempertimbangkan standar operasional perusahaan dan keamanan pelayanan kepada pelangan dan masyarakat,” ujar Desima.

    Pelaksanaan WFH di lingkungan kerja PGN berlaku bagi pekerja yang baru kembali dari luar negeri, pekerja yang wajib melaksanakan karantina (Self Quarantine), dan pekerja yang memiliki rekomendasi medis, yang mana terdapat indikasi gejala seperti demam, baruk, pilek, dan sesak napas.

    PGN juga memastikan penyediaan logistik dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mendukung kelangsungan bisnis Perusahaaan. Seperti penyediaan konsumsi, obat-obatan, alat pelindung diri, transportasi, akomodasi, dan komunikasi. 

    “Penyediaan logistik pada keadaan darurat seperti sekarang adalah bagian yang kritikal dalam menghadapi ancaman pandemik Covid-19. Kebutuhan pekerja yang bertugas di lokasi kerja yang ditentukan diadakan dengan tepat agar pekerja dapat fokus dalam menjalankan tugasnya,” kata Desima.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id