Menperin Cari Cara Atasi Ketergantungan Impor

    Ilham wibowo - 21 Agustus 2020 17:40 WIB
    Menperin Cari Cara Atasi Ketergantungan Impor
    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - - Foto: dok Kemenperin
    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita tengah mencari cara dalam mengatasi ketergantungan impor. Hal tersebut dengan memperdalam kapasitas industri di tengah pemulihan ekonomi nasional.

    “Kondisi pandemi covid-19 membuat kita menyadari perlunya pendalaman struktur industri. Sehingga perlu upaya tepat untuk mengatasi ketergantungan impor,” kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 21 Agustus 2020.

    Adapun instrumen pengendalian impor tersebut meliputi larangan terbatas, pemberlakuan pre-shipment inspection, pengaturan entry point pelabuhan untuk komoditas tertentu ke luar pulau Jawa, pembenahan LSPro, serta mengembalikan dari pemeriksaan post-border ke border dan rasionalisasi Pusat Logistik Berikat (PLB).

    Berikutnya, menaikkan tarif Most Favored Nation untuk komoditas strategis, menaikkan implementasi trade remedies seperti safeguard, antidumping, countervailing duty. Kemudian SNI wajib atau technical barrier to trade, serta penerapan P3DN secara tegas dan konsisten.

    Agus menjelaskan dalam memperdalam kapasitas industri diperlukan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, serta optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Strategi tersebut diyakini bisa mencapai target substitusi impor hingga 35 persen pada 2022.

    “Industri farmasi dan industri alat kesehatan juga masuk menjadi sektor prioritas industri 4.0. Ini adalah salah satu upaya Kemenperin untuk segera mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor kesehatan,” ujar Menperin.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id