Gertam Padi Serempak, Upaya Petani Sleman Jaga Ketahanan Pangan

    M Studio - 17 Mei 2020 16:38 WIB
    Gertam Padi Serempak, Upaya Petani Sleman Jaga Ketahanan Pangan
    Gerakan tanam (Gertam) padi dilaksanakan di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta (Foto:Dok.Kementan)
    Sleman: Demi menjaga ketersediaan pangan khususnya, beras selama pandemi covid-19, Kementerian Pertanian (Kementan) mengupayakan berbagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satunya dengan percepatan gerakan tanam padi. 

    Gerakan tanam (Gertam) padi yang dilaksanakan di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, merupakan respons atas arahan Presiden Joko Widodo untuk mengantisipasi krisis pangan.

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo minta kepada seluruh penyuluh pertanian dan petani di Indonesia agar segera melakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak.

    “Kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin. Krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, kita hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah,” kata Mentan Syahrul melalui keterangan pers, Minggu, 17 Mei 2020.

    “Saya mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tersebut dengan dua langkah konkret, yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Diharapkan kerja sama dengan berbagai pihak lebih intens agar semua dapat berjalan dengan baik,” ucap Mentan Syahrul.

    Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi menambahkan, pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa. Oleh karena itu, petani harus tetap semangat menanam, mengolah, dan memanen. 

    “Hal ini membuktikan pertanian tidak berhenti di tengah wabah covid-19. Kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,” ucap Dedi.

    Menurut penyuluh yang mendampingi dan mengawal petani dari UPTD BP4 Wilayah II Godean,  Gerakan tanam (Gertam) padi bertujuan untuk mendesiminasikan inovasi teknologi jajar legowo super, serta meningkatkan motivasi petani untuk menerapkan inovasi baru agar produktivitas padi dan kesejahteraan petani meningkat.

    Selain itu Gertam juga menjadi upaya pengendalian hama tikus. Dalam rangka pola tanam serempak untuk pengendalian tikus sawah, para petani didampingi langsung dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan DIY dengan penerapan teknologi tanam serempak 50 hektare, gropyokan tikus saat fase olah tanah, emposan lubang aktif tikus, TBS (Trap barrier System)/LTBS (Linier Barrier System), dan sanitasi lingkungan.

    Sebelum Gertam berlangsung, telah dilaksanakan gropyokan tikus pada saat fase olah tanah dengan harapan mampu meningkatkan produksi padi semaksimal mungkin. 

    Langkah terakhir sebelum gerakan tanam adalah sanitasi lingkungan yaitu membersihkan gulma atau semak-semak di habitat utama tikus yaitu tanggul irigasi, perbatasan dengan kampung, pematang, parit, dan saluran irigasi. 

    Gertam serempak di atas lahan seluas 50 hektare di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, ini melibatkaan beberapa kelompok tani antara lain KT Ngudi Makmur II, KT Kragilan, KT Marsudi Luhur, dan KT Ngudi Makmur II.

    Menurut Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono, melalui kegiatan gerakan tanam padi 50 hektare bertujuan untuk lebih memantapkan petani dalam menyediakan pangan bagi masyarahat terdampak covid-19. 

    “Seandainya terjadi kritis ekonomi, diharapkan tidak sampai terjadi krisis pangan sehingga masyarakat lebih cepat bangkit dari keterpurukan,” kata Heru.

    Gertam serempak selain untuk pengendalian hama tikus sawah juga berfungsi meningkatkan produksi padi 7 persen, sehingga bisa menghasilkan beras Sleman dengan hasil yang bagus, tidak kalah dengan beras lainnya. 

    Beras Sleman juga bisa diterima oleh masyarakat yang lebih luas untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Sleman di tengah situasi covid-19.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id