Mentan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian ke 7 Negara

    Ilham wibowo - 31 Agustus 2020 07:29 WIB
    Mentan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian ke 7 Negara
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (paling kanan). Foto: dok Kementan.
    Manado: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor sejumlah komoditas pertanian di Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Sebanyak tujuh negara jadi tujuan ekspor seperti Jerman, Tiongkok, India, Singapura, Vietnam, Jepang, dan Turki.

    Syahrul melakukan inspeksi langsung memastikan produk ekspor di antarnya rempah pala biji, cengkeh, kelapa parut, minyak kelapa, santan kelapa dan bunga pala dalam keadaan sehat. Seluruh produk dikemas dalam muatan kontainer sebanyak 3.766 ton.

    "Semua komoditas ini telah melewati serangkaian tindakan karantina pertanian untuk memenuhi persyaratan negara tujuan," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Senin, 31 Agustus 2020.

    Syahrul mengungkapkan bahwa komoditas unggulan ekspor asal Sulut tersebut senilai Rp62,1 miliar. Seluruh produk dipastikan memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari (SPS Measures) sesuai aturan dari tujuh negara tujuan ekspor.

    Seluruh syarat perlu dipenuhi menghindsri hambatan teknis dalam perdagangan atau technical barrier to trade. Negara tujuan ekspor seringkali sengaja mempermasalahkan kualitas produk, pengepakan, penandaan, dan persyaratan keamanan pangan.

    "Pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari atau SPS Measure pada produk pertanian yang diperdagangkan menjadi sangat penting. Barantan selaku otoritas karantina memiliki peran strategis untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian Tanah Air mampu bersaing," ungkapnya.

    Lebih lanjut, Syahrul mendorong proses integrasi layanan digital berupa layanan sertifikat digital atau e-Cert ke berbagai negara. Sertifikat dikirim secara elektronik dahulu, setelah disetujui barang dikirim sehingga pasti diterimanya tidak ada lagi penolakan atau reekspor.

    "Saat ini baru empat negara, Australia, Selandia Baru, Vietnam, dan Belanda. Saya minta kalau bisa seluruh negara, ini targetnya," ujarnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id