MPR: Pengembangan Pariwisata Danau Toba Harus Berpihak ke UMKM

    Angga Bratadharma - 03 April 2021 10:29 WIB
    MPR: Pengembangan Pariwisata Danau Toba Harus Berpihak ke UMKM
    Ketua MPR Bambang Soesatyo. FOTO: MPR



    Jakarta: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan untuk mewujudkan percepatan pembangunan pariwisata Danau Toba tidak boleh hanya terpaku pada metode dan cara konvensional. Dibutuhkan kreasi dan inovasi, selain juga perlu dibangun kesadaran kolektif dukungan masyarakat dari berbagai daerah.

    Pasalnya, lanjut Bamsoet, sapaan akrabnya, Danau Toba bukan hanya milik masyarakat Sumatra Utara melainkan milik bangsa Indonesia. Sebagai manifestasi dari konsep negara kesatuan, lanjutnya, setiap daerah harus saling menopang satu sama lain dalam berbagai aspek, termasuk pengembangan pariwisata.






    "Kerja sama konstruktif sebagai wujud gotong royong antar masyarakat daerah akan menjadi pondasi yang memperkokoh ikatan kebangsaan, khususnya dalam membangun optimisme di tengah suasana keprihatinan akibat pandemi covid-19," ujar Bamsoet, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 3 April 2021.

    Ia memaparkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode November 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Utara turun drastis ketimbang periode yang sama 2019. Dari 22.128 kunjungan turun jadi 1.366 kunjungan atau turun 93,83 persen. Pada periode bulan yang sama, tingkat hunian kamar hotel berbintang juga hanya terisi sekitar 34,41 persen.

    "Tak hanya Sumatra Utara, secara nasional jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia juga turun drastis. Dari 1,29 juta kunjungan pada Januari 2020 menjadi hanya 141.260 kunjungan pada Januari 2021. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel kelas bintang pada Januari 2021 hanya tercatat sebesar 30,35 persen," ucapnya.

    Dirinya berharap dengan masifnya vaksinasi covid-19 yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan juga berbagai pemerintahan negara dunia lainnya akan semakin mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Khususnya untuk sektor pariwisata yang paling terpukul oleh pandemi covid-19.

    "Diperkirakan sekitar 30 juta lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi terdampak oleh pandemi covid-19. Menurut catatan Kadin, hingga penghujung 2020, total kerugian pada sektor pariwisata di Indonesia telah mencapai lebih dari Rp10 triliun," kata Bamsoet.

    Lebih lanjut, ia mengapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah meluncurkan 'Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia'. Sebagai turunannya, juga diluncurkan gerakan 'Beli Kreatif Danau Toba' sebagai wadah promosi produk-produk kreatif dari pelaku UMKM di sekitar Danau Toba.

    "Pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba memang tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan terhadap UMKM. Karena dari sekitar 6.000 UMKM di tujuh Kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba, semuanya menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata," pungkas Bamsoet.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id