Kemenhub Perkuat Transportasi Dorong Pemulihan Pariwisata

    Ilham wibowo - 26 Oktober 2020 19:12 WIB
    Kemenhub Perkuat Transportasi Dorong Pemulihan Pariwisata
    Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal memaksimalkan peran transportasi untuk mendukung pemulihan ekonomi. Sejumlah proyek strategis pendukung konektivitas dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.

    "Berbagai penyokong perhubungan pariwisata kami percepat," kata Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dalam MarkPlus Government Roundtable: Peran Perhubungan dalam Pemulihan Ekonomi, Senin, 26 Oktober 2020.

    Menurut Budi, sejumlah percepatan pembangunan sudah dilakukan seperti proyek bandara dan pelabuhan di Labuan Bajo. Kemudian peningkatan jumlah dermaga dan kapal di Toba, serta pembangunan konektivitas Pelabuhan Patimban di Subang.

    "Bandara Kertajati sebagai penyokong Cirebon sebagai destinasi pariwisata baru. Di era pandemi ini kami lakukan berbagai percepatan pembangunan untuk menyokong peningkatan ekonomi," ujarnya

    Akses pariwisata yang kembali dibuka dengan protokol kesehatan dipastikan bakal meningkatkan okupansi penerbangan. Budi menyatakan pihaknya bakal membuka beberapa slot penerbangan baru dengan destinasi yang banyak disinggahi.

    Selain itu, slot lama terutama rute sibuk seperti Jakarta, Medan, sampai Surabaya juga tetap diperkuat. Sejauh ini tingkat keterisian rata-rata maskapai penerbangan telah menyentuh angka 70 persen.

    "Kita pertahankan di sana tapi kita tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap protokol kesehatan. Nah ini selalu diingatkan di masa liburan ini walaupun kita akan keluar daerah menemui keluarga dan rekreasi, saya mengharapkan protokol kesehatan itu dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

    Founder & Chairman MarkPlus Inc. Hermawan Kartajaya melihat salah satu pemulihan ekonomi ada di sektor pariwisata. Sehingga mau tidak mau sisi perhubungan harus diperkuat.
     
    "Pemerintah harus spend atau memaksimalkan anggaran, karena kelas menengah atas masih was-was untuk belanja sementara kelas menengah bawah sudah mulai kehilangan daya beli. Hal itu untuk mendorong investasi mulai 2021 agar ekonomi bangkit kembali, termasuk pariwisata," kata Hermawan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi juga setuju prioritas pembangunan transportasi darat untuk pulihkan ekonomi lewat pariwisata. Pihaknya sampai akhir ini sudah melaksanakan penyerapan anggaran sekitar 63 persen, dengan harapan dua bulan terakhir bisa dimaksimalkan setidaknya sampai 95 persen.

    Adapun anggaran yang disediakan untuk menggenjot perhubungan pariwisata mencapai Rp3,8 triliun rupiah. Rinciannya yakni insentif tiket sepuluh destinasi pariwisata prioritas sebanyak Rp0,4 triliun, hibah pariwisata sebesar Rp0,1 triliun, dan kompensasi pajak serta restoran Rp3,3 triliun.

    "Koridor pariwisata yang kami prioritaskan untuk ditingkatkan lewat perhubungan darat terutama Banyuwangi, Bromo, Borobudur, Bukittinggi, dan Bali. Langkah lain yang kami lakukan untuk memberi stimulus pada transportasi darat adalah dengan memberi izin angkutan umum untuk menjadi angkutan barang," tuturnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id