Janji Edhy Prabowo terkait Ekspor Benih Lobster, Nyatanya...

    Ade Hapsari Lestarini - 25 November 2020 13:21 WIB
    Janji Edhy Prabowo terkait Ekspor Benih Lobster, Nyatanya...
    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Koperasi (KPK). Penangkapan Edhy diduga terkait kasus korupsi ekspor benih lobster di kementerian.

    Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan ini terkait ekspor benur (benih lobster). "Terkait ekspor benur," kata Nurul, Rabu, 25 November 2020.

    Terkait ekspor benih lobster, Edhy sempat mengatakan regulasi ekspor benih lobster yang memiliki syarat ketat, merupakan kebijakan yang terukur dan terkendali.

    "Hakekat peraturan ini sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat," kata Edhy, Kamis, 28 Mei 2020 lalu.

    Baca: Menteri KKP: Regulasi Lobster Kebijakan yang Terkendali

    Bahkan dia mengungkap perputaran uang dalam penjualan benih lobster ini bisa mencapai Rp500 miliar, dengan contoh jika ada 100 juta benih lobster yang diambil oleh masyarakat dan dijual dengan harga Rp5.000.

    Pengalamannya saat menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR dan mendengar berbagai keluhan masyarakat pesisir selama kurun waktu 2014-2019 menjadi latar belakang terbitnya Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

    Terkait penangkapan dirinya, berikut ada dua fakta Menteri Edhy sehubungan dengan ekspor benih lobster:

    1. Larang kerabat bisnis ekspor benih lobster

    Sejalan dengan regulasi itu, Edhy melarang kerabat keluarganya untuk terlibat dalam perizinan bisnis ekspor benih lobster. Dia menegaskan pihaknya siap untuk diaudit terkait pengelolaan komoditas lobster.

    "Yang jelas, keluarga saya, lingkungan kerabat saya, masyarakat keluarga saya, tidak saya libatkan. Termasuk istri saya, saya larang untuk itu," kata Menteri Edhy, Selasa, 7 Juli 2020.

    Baca: Edhy Prabowo Larang Kerabat Bisnis Ekspor Lobster

    Edhy mengaku tidak mempersoalkan banyak cibiran atas keputusannya mengizinkan pengambilan dan ekspor benih lobster, karena keputusan itu dinilai sudah berdasarkan kajian ilmiah dan mengikuti semua prosedur.

    Saat itu, ia menegaskan alasan utamanya mengeluarkan izin tersebut ingin menghidupkan kembali puluhan ribu nelayan penangkap benih yang kehilangan pekerjaan. Serta mendorong majunya budi daya lobster nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan.

    2. Tak punya bisnis perikanan

    Edhy juga menegaskan dirinya tidak memiliki bisnis perikanan. Berbagai kebijakan yang dikeluarkannya adalah untuk kepentingan nasional serta untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi NKRI.

    Baca: Menteri Edhy: Saya Tidak Punya Bisnis Perikanan

    "Prinsip seorang menteri adalah konstitusi, saya kerja untuk NKRI. Saya tidak punya bisnis lobster, bisnis perikanan," kata Edhy Prabowo, Kamis, 30 Juli 2020.

    Menurut dia, setiap kebijakan yang dilahirkan oleh KKP di bawah kepemimpinannya semata-mata untuk kepentingan negara. Serta memaksimalkan peluang sektor kelautan dan perikanan di tengah lesunya ekonomi.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id