Blok Rokan Jadi Andalan Kejar Target Satu Juta Barel

    Suci Sedya Utami - 24 November 2020 17:43 WIB
    Blok Rokan Jadi Andalan Kejar Target Satu Juta Barel
    Blok Rokan jadi andalan mengejar target satu juta barel. Foto: Dok. SKK Migas



    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menilai keberhasilan alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan akan menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai target produksi minyak satu juta barel per hari(bph), dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (bscfd) di 2030.

    Blok Rokan yang akan dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan pada Agustus 2021 masih memiliki potensi cadangan yang besar. Penasehat Ahli Kepala SKK Migas Satya Widya Yudha mengatakan cadangan minyak di blok tersebut diperkirakan masih sebesar dua miliar barel.






    "Memperhatikan potensi yang ada, maka WK Rokan akan tetap menjadi tulang punggung produksi migas nasional dalam kurun waktu yang lama untuk mendukung target satu juta barel di 2030 melalui lapangan existing, optimalisasi lapangan, optimalisasi metode waterflood, steamflood, serta chemical EOR," kata Satya dalam focus group discussion (FGD) virtual, Selasa, 24 November 2020.

    Melihat peluang tersebut, SKK Migas berupaya agar masa transisi hingga 2021 dapat berjalan lancar. Upaya tersebut tidak hanya transisi terkait kegiatan operasi produksi, tetapi juga hal krusial lainnya yakni perizinan terkait tanah.

    Kepala Divisi Formalitas SKK Migas Didik S. Setyadi mengatakan dari identifikasi yang dilakukan pihaknya, ada tanah yang akan menjadi lokasi pengeboran, namun belum tersertifikasi sebagai milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebagai operator saat ini.

    "Ada pula tanah yang masih dimiliki masyarakat. Kesiapan perizinan mutlak dilalui karena peralatan pengeboran walaupun sudah ready, akan terkendala jika tanah yang menjadi lokasi pemboran masih dikuasai pihak lain walaupun status legalitasnya belum jelas," tutur Didik.

    Ia mengatakan saat ini SKK Migas mendorong agar perizinan tetap melekat di operator yang lama. Melalui One Door Service Policy (ODSP), SKK Migas bersama CPI akan menyelesaikan izin-izin yang masih terbengkalai. Hal ini bertujuan agar saat menunggu operator baru masuk, kegiatan operasi tidak terhenti. Adapun pada 26 November 2020, daftar perizinan yang dibutuhkan oleh CPI sudah harus final.

    Dalam kesempatan yang sama pengamat migas nasional, Mukhtasor mengatakan proses transisi menjadi cukup rumit karena dalam kontrak kerja sama tidak mengatur hal-hal terkait alih kelola. Salah satu pasal dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2015 menyebutkan operator baru boleh masuk enam bulan sebelum kontrak berakhir.

    "Hal ini menjadi tidak efektif dan tidak akan mampu menjaga produksi saat operator baru masuk,” ujar Mukhtasor.

    Namun demikian, ia mengapresiasi langkah yang dilakukan CPI dan SKK Migas yang berusaha mengawal alih kelola dengan baik, karena banyak hal yang tidak diatur tetapi dilakukan oleh CPI dan SKK Migas untuk memastikan alih kelola tersebut. Salah satunya adalah penyusunan dokumen AMDAL tahun 2020.

    Pentingnya Investasi

    Narasumber lain dalam FGD tersebut mengatakan usaha peningkatan produksi di WK Rokan dapat direalisasi apabila terdapat kecukupan investasi yang dibutuhkan. Praktisi migas Hadi Ismoyo menyampaikan, dibutuhkan komitmen kuat dari Pertamina dan pemerintah untuk mengadakan investasi puluhan juta dolar, karena kegiatan yang dilakukan harus cukup masif.

    Hal yang sama dikatakan oleh pengamat hulu migas Abdul Muin yang menilai ada banyak cara meningkatkan produksi migas di Blok Rokan, salah satunya melalui investasi yang agresif dan harus direalisasikan sesuai komitmen.
     
    “Maka jika Pertamina kesulitan terkait biaya investasi, sebaiknya membuka opsi untuk bekerja sama dengan perusahaan lain. Hal ini jamak dilakukan industri hulu migas, karena juga akan berbagi risiko dan berkolaborasi sesuai keunggulan masing-masing,” pungkas Muin.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id