Kapasitas Pesawat Full, Syarat Penumpang Diperketat

    Annisa ayu artanti - 12 Januari 2021 12:31 WIB
    Kapasitas Pesawat <i>Full</i>, Syarat Penumpang Diperketat
    Ilustrasi pemeriksaan kelengapan dokumen penerbangan - - Foto: Medcom/ Hendrik
    Jakarta: Pemerintah memastikan syarat bepergian menggunakan pesawat terbang akan diperketat seiring pelonggaran jumlah kapasitas penumpang.

    Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita mengatakan beberapa persyaratan yang dimaksud ialah hasil negatif PCR atau rapid antigen non reaktif, tidak boleh berbicara selama penerbangan, tidak boleh makan minum di penerbangan di bawah dua jam, dan wajib memakai masker.

    Untuk penerbangan ke wilayah Bali harus mencantumkan hasil negatif PCR berlaku 2x24 jam atau rapid antigen non reaktif 1x24 jam. Sedangkan untuk wilayah lain hasil negatif PCR 2x24 jam dan rapid antigen 3x24 jam.

    "Ini sudah jauh lebih ketat, sebelumnya syarat minimal boleh rapid antibodi 14 hari," kata Adita kepada Medcom.id, Selasa, 12 Januari 2021.
     
    Meski kapasitas full, keamanan di dalam pesawat dipastikan lebih terjaga karena sistem sirkulasi di dalam kabin pesawat menggunakan filter HEPA.

    "Di dalam kabin pesawat udara disirkulasikan dengan baik menggunakan filter HEPA sehingga udara berganti dengan udara bersih tiap dua menit," terang dia.

    Seperti diketahui, melalui Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi covid-19 aturan mengenai kapasitas penumpang pesawat dilonggarkan. Pesawat boleh mengangkut penumpang lebih dari 70 persen untuk periode 9 Januari hingga 25 Januari 2021.

    "Selama pemberlakuan Surat Edaran ini, ketentuan mengenai penerapan prinsip jaga jarak di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body dan wide body yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 angka 4, huruf a, butir 12, tidak diberlakukan," bunyi poin kelima dalam Surat Edaran tersebut.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id