Karanganyar Berpotensi Menjadi Daerah Penyangga Pangan

    Gervin Nathaniel Purba - 16 Oktober 2020 08:54 WIB
    Karanganyar Berpotensi Menjadi Daerah Penyangga Pangan
    Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Dok. Kementan)
    Karanganyar: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimistis menjadikan Kabupaten Karanganyar sebagai daerah penyangga pangan. Menurutnya, Karanganyar memiliki banyak potensi yang menjadi persyaratan untuk menjadikan daerah sebagai penyangga pangan.

    "Melihat semangat Pak Bupati dan petani-petani yang ada di sini, dan pendekatan baru bagaimana mengelola pertanian dengan cara mengkorporasikan mulaidari hulu hingga hilir, saya optimistis, Karanganyar akan menjadi daerah yang jauh lebih baik," ujar Syahrul, saat mengunjungi lokasi Integrated Farming di Dukuh Kanilan Desa Kranggan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Berdasarkan penjelasan dari Bupati Karanganyar Juliyatmono, beras di wilayahnya surplus 150 ribu ton. Selain itu, sudah ada dua waduk yang bisa mengairi areal sawah di wilayah Karanganyar.

    "Tidak ada sejengkal lahan yang tidak kami tanami termasuk empon-emponan," kata Julliyatmono.

    Menurut Syahrul, perubahan suatu desa, kecamatan, maupun kabupaten bisa dilihat dari sejauh mana usaha kolektif membenahi sektor pertaniannya.

    “Ketika kita keluar sejengkal dari pintu rumah, di depan sudah terhampar lahan yang bisa ditanami dan menghasilkan. Ada yang bisa dipanen dalam waktu 20 hari, sebulan, dua bulan, dan setahun,” ujar Syahrul.

    Atas semua itu, yang harus dilakukan adalah kerja keras dan mengoptimalkan potensi itu, sehingga memberikan nilai manfaat.

    “Ada ayatnya, Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban. Maka untuk dicamkam kita semua, rahmat, dan nikmat tidak akan ditambah bagi mereka yang tidak mensyukuri dan tidak berbuat apa-apa,” ujarnya.

    Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, sektor pertanian harus terus berjalan dan berproduksi karena menyangkut kelangsungan hidup bagi 273 juta penduduk Indonesia.

    “Beli baju dan motor bisa ditunda. Masih bisa menggunakan baju yang ada, tidak perlu beli yang baru. Tapi urusan pangan, tidak bisa ditunda,” katanya.

    Kinerja sektor pertanian selama pandemi memang dijadikan andalan dibandingkan sektor lainnya. Betapa tidak, ketika sektor lainnya mengalami penurunan, sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

    “PDB pertanian tumbuh 16,24 persen pada triwulan-II 2020. Ekspor sektor pertanian periode Januari hingga Agustus 2020 mencapai Rp258 triliun,” kata Mentan.


    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id