Cara RI Hadapi Diskriminasi Sawit Uni Eropa

    Suci Sedya Utami - 17 Desember 2020 21:37 WIB
    Cara RI Hadapi Diskriminasi Sawit Uni Eropa
    Ilustrasi kelapa sawit Indonesia - - Foto: MI/ Gino



    Jakarta: Pemerintah menyusun sejumlah strategi dalam menghadapi diskriminasi sawit yang diberlakukan oleh Uni Eropa. Strategi tersebut akan dilancarkan dalam Asean-Uni Eropa Joint Working Group.

    Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan dalam pertemuan tersebut nantinya Indonesia tidak akan berbicara hanya untuk minyak kelapa sawit, tapi juga vegetable oil atau minyak nabati secara keseluruhan.

    "Sehingga kita punya kesetaraan bahwa bukan hanya kelapa sawit yang menjadi tudingan, tapi seluruh minyak nabati lainnya yang ada di Eropa maupun Amerika Serikat dan lain-lain," kata Musdhalifah dalam diskusi masa depan sawit di pasar Uni Eropa pascacovid-19, Kamis, 17 Desember 2020.






    Selain itu, Indonesia juga akan mematahkan tudingan Uni Eropa mengenai isu lingkungan. Namun juga mengenai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's) secara keseluruhan yang ikut terpengaruh oleh bisnis vegetable oil lainnya.


    Kemudian Indonesia akan meminta Uni Eropa bisa melihat secara komprehensif tidak hanya dari aspek lingkungan. Namun juga aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan.

    "Ini yang akan menjadi bagian kita menghadapi joint working group ke depan. Jadi bulan lagi palm oil tapi vegetable oil yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan ASEAN-Uni Eropa joint working group," ucap Musdhalifah.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Produk Agro Direktorat Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Donny Tamtama mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan dokumen untuk menggugat Uni Eropa terkait diskriminasi sawit. Gugatan tersebut akan disampaikan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tahun depan.

    "Kami bersama pemangku kepentingan, kuasa hukum dan beberapa ahli sadang menyusun dokumen gugatan yang rencananya akan kami masukkan ke WTO awal tahun depan," jelas Donny.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id