Erick Thohir Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Sampai 5%

    Husen Miftahudin - 23 Februari 2021 10:59 WIB
    Erick Thohir Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Sampai 5%
    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: MI/Pius Erlangga


    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali pulih di tahun ini. Ia bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran tiga persen sampai lima persen.

    "Kalau tahun kemarin kita minus 2,1 persen, insyaallah tahun ini kita bisa tumbuh 3-5 persen," ujar Erick dalam seminar virtual The Indonesia 2021 Summit: The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Medcom.id, Selasa, 23 Februari 2021.


    Namun demikian, sebutnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut bisa terealisasi jika pemerintah serius menangani Indonesia Sehat, menjalankan vaksinasi, dan menekan angka penularan. Upaya tersebut juga harus mendapat dukungan dari masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak) serta 3T (Testing, Tracing, dan Treatment).

    "Saya optimistis, pemerintah optimistis, dan saya yakin masyarakat Indonesia juga optimistis, investor optimistis bahwa pertumbuhan Indonesia secara ekonomi tahun ini akan lebih baik dari tahun kemarin. Tentu ini tergantung daripada bagaimana kita menangani Indonesia Sehat, 3M, dan 3T," tegas Erick.

    Terkait Indonesia Sehat, pemerintah kini fokus pada vaksinasi covid-19. Dalam hal ini ia menekankan bahwa semua vaksin diberikan secara gratis, termasuk vaksin gotong royong. Vaksin gotong royong merupakan vaksin yang diberikan khusus oleh perusahaan kepada para pekerjanya.

    Untuk program vaksinasi gratis, pemerintah sudah mengamankan 344 juta dosis atau untuk 177 juta orang, karena setiap orang membutuhkan dua suntikan vaksin. Sedangkan untuk program vaksinasi gotong royong, pemerintah tengah mengupayakan 20 juta ampul atau untuk 10 juta orang.

    "Kalau ini dikombinasikan, angkanya kurang lebih 360 juta atau 70 persen daripada penduduk Indonesia. Tentu targetnya adalah kemarin dari mulai Februari, kita akan upayakan Februari tahun depan angka 70 persen ini tercapai," harapnya.

    Adapun distribusi vaksin gotong royong akan dilakukan pada Maret 2021 dengan 3,5 juta dosis, vaksin yang digunakan adalah Sinopharm. Pada kuartal kedua, akan datang lagi vaksin Sinopharm sebanyak 11,5 juta dosis.

    Lalu pada kuartal ketiga, vaksinasi gotong royong akan disuplai oleh vaksin Moderna sebanyak 3,5 juta dosis. Kuartal keempat datang lagi sebanyak 1,7 juta dosis vaksin Moderna, sehingga total vaksin gotong royong mencapai sebanyak 20,2 juta dosis.

    "Pada Januari kita prioritaskan kepada tenaga kesehatan, dokter, perawat, lalu juga petugas pelayanan publik dan lansia. Pada saat ini mulai bulan Februari pertengahan sampai terus bulan Mei adalah masyarakat rentan dan yang lainnya. Untuk gotong royong kita sedang mengupayakan Maret ini kita akan mendapatkan 3,5 juta vaksin," pungkas Erick.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id