Pelonggaran PSBB Awal Juni Bisa Selamatkan Ekonomi RI

    Husen Miftahudin - 13 Mei 2020 21:29 WIB
    Pelonggaran PSBB Awal Juni Bisa Selamatkan Ekonomi RI
    Ilustrasie Ekonomi Indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi meminta pemerintah berani mengambil kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di awal Juni 2020. Langkah tersebut diyakini mampu menyelamatkan ekonomi nasional yang pincang akibat hantaman covid-19.

    Ibrahim memfokuskan pada penerapan PSBB di DKI Jakarta yang sudah membuat jutaan pekerja menganggur. Bila pemerintah tidak tegas melonggarkan PSBB, ia khawatir tingkat pengangguran di Ibu Kota kian melebar dan menyeret jumlah pengangguran secara nasional.

    "Saat ini jumlah pengangguran di DKI sudah 2,5 juta orang, ini sangat berbahaya. Ini akan menyeret tingkat pengangguran secara nasional, dari yang tadinya 9,75 persen (dari total penduduk bekerja) pada 2019 bisa 14 persen di tahun 2021," ujar Ibrahim kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.

    Menurutnya, pelonggaran PSBB mampu menggerakkan sektor ritel yang kini melempem di posisi 4,6 persen dari 5,3 persen sebelumnya. Padahal jika melihat historisnya, pergerakan sektor ritel pada saat Ramadan dan Lebaran di tahun-tahun sebelumnya tumbuh signifikan.

    "Tapi karena adanya korona yang mengakibatkan orang kerja di rumah atau di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), siapa yang melakukan pembelian di ritel, uang saja pas-pasan," ketusnya.

    Ibrahim meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap sektor yang habis-habisan berjuang di masa pandemi. Pemerintah perlu melihat secara luas agar pertumbuhan ekonomi tidak menjadi tumbal.

    Bila pemerintah serius melonggarkan PSBB, sebutnya, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 lebih kinclong ketimbang kuartal sebelumnya. Adapun realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 tercatat hanya 2,97 persen (yoy).

    "Pemerintah harus berhati-hati tentang pertumbuhan ekonomi, jangan sampai kuartal kedua ini di bawah 2,97 persen. Tapi kalau seandainya pemerintah berani melonggarkan PSBB, PDB (Produk Domestik Bruto) bisa di atas 2,97 persen," tegas Ibrahim.

    Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian membeberkan rencana pemerintah dengan mengeluarkan lini masa pemulihan ekonomi nasional pascapandemi covid-19.

    Skenario pemulihan ekonomi itu terdiri atas lima fase di mana tiga fase pertama diberlakukan pelonggaran PSBB terhadap sejumlah industri dan sektor bisnis pada awal hingga pertengahan Juni 2020. Sementara dua fase tersisa akan dijalankan pada awal dan akhir Juli 2020.

    Pada fase pertama pada 1 Juni 2020, pemerintah membuka kembali operasional industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B, dengan tetap menerapkan social distancing. Fase kedua di 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali. Fase ketiga pada 15 Juni 2020, tempat-tempat kebudayaan dan sekolah mulai dibuka kembali dengan tetap menerapkan social distancing dan beberapa penyesuaian.

    Di fase keempat pada 6 Juli 2020, pemerintah memfokuskan evaluasi pembukaan berbagai fasilitas seperti restoran hingga tempat ibadah. Fase terakhir di 20 Juli 2020 pemerintah melakukan evaluasi keempat, dan pada 27 Juli 2020 atau awal Agustus 2020 diharapkan seluruh kegiatan ekonomi sudah dapat beroperasi dengan normal.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id