Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Berikan Manfaat kepada Petani

    Gervin Nathaniel Purba - 25 September 2020 12:56 WIB
    Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Berikan Manfaat kepada Petani
    Ilustrasi. (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)
    Cirebon: Petani di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat merasakan manfaat dari kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Lahan seluas 100 hektare (ha) bisa terairi berkat RJIT.

    Pelaksanaan kegiatan RJIT untuk memastikan lahan pertanian mendapatkan irigasi yang akan menjamin kebutuhan air hingga panen. Dengan demikian, potensi gagal panen akibat kekurangan air dapat terhindarkan.

    “Pengelolaan air dilakukan petani untuk memastikan lahannya bisa terus berproduksi. Pengelolaan air bisa dilakukan salah satunya dengan cara merehabilitasi jaringan irigasi. Sehingga air benar-benar dipastikan mengalir ke lahan pertanian. Pengaturannya pun tepat,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2020.

    Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy mengatakan, RJIT dilakukan bukan hanya semata untuk membenahi saluran irigasi saja, juga untuk mendukung aktivitas pertanian.

    “RJIT juga memaksimalkan fungsi saluran, agar luas areal tanam bisa bertambah. Sehingga diharapkan indeks pertanaman dan provitasnya pun meningkat,” ujar Sarwo.

    Kegiatan RJIT ini dikelola Kelompok Tani di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Cirebon. Kelompok tani yang diketuai Makdori ini memiliki lahan seluas 37 ha yang ditanami padi. Sesekali ditanami juga jagung saat ketersedian air berkurang.

    Bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier menggunakan dana APBN sebesar Rp55 juta, dengan target 140 meter. Berkat swadaya masyarakat, realisasi jaringan yang dibangun mencapai panjang 162 meter.  

    "Dengan adanya rehabilitasi jaringan ini, dirasakan sangat manfaat sekali, karena air yang datang dari saluran sekunder menjadi lancar dan sampai ke lahan dengan waktu lebih cepat,” kata Ketua Kelompok Tani Desa Panguragan Wetan Makdori. 

    Menurut Makdori, hal ini memudahkan pengaturan dalam pembagian air, karena tidak gampang bocor dan tidak meluap ke lahan sawah yang tidak membutuhkan. Bahkan, aliran air dari RJIT bisa mengairi lahan milik kelompok tani lain di sekitarnya. Kurang lebih 100 ha. 

    “Petani di sekitarnya sangat terbantu adanya bantuan rehabilitasi jaringan irigasi. Karena air cukup mengairi lahan di Desa Panguragan Wetan, sekitar 173 ha. Karena air cukup, pertumbuhan padi lebih baik dan panen. InsyaAllah produktivitas meningkat,” katanya.


    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id