2,1 Juta Korban PHK Jadi Prioritas di Kartu Prakerja

    Eko Nordiansyah - 07 Agustus 2020 19:48 WIB
    2,1 Juta Korban PHK Jadi Prioritas di Kartu Prakerja
    Ilustrasi Kartu Prakerja - - Foto: dok Setkab
    Jakarta: Pemerintah memprioritaskan para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai peserta dalam program kartu prakerja. Sedikitnya ada 2,1 juta orang yang telah menjadi korban PHK berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.

    Deputi bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan ketentuan ini tertuang Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020.

    Pemerintah ingin memastikan peserta kartu prakerja diprioritaskan bagi mereka yang terdampak covid-19 dan belum menerima bantuan sosial (bansos).

    "Ini yang akan diprioritaskan masuk ke program kartu prakerja. Dalam setiap batch, sebanyak 80 persennya akan diisi dari data hasil cleansing dari Kemenaker tersebut," kata Rudy yang juga Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja dalam video conference di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Rudy menambahkan dalam Permenko ini ditegaskan bahwa peserta kartu prakerja tidak bisa diberikan kepada pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI/Polri, serta direksi komisaris dan dewan pengawas pada BUMN maupun BUMD.

    "Selain itu diatur mekanisme pendaftaran. Tadinya hanya ada satu metode pendaftaran secara daring, saat ini di Permenko 11 ada pendaftaran luring atau offline. Ini proses bisnis, tata cara pendaftaran, seleksi, penetapan dikoordinasikan Kemenaker," ungkapnya.


    Adapun pemerintah membuka pendaftaran gelombang IV untuk program kartu prakerja mulai Sabtu, 8 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB. Jumlah kuota penerima kartu prakerja juga ditingkatkan menjadi 800 ribu orang.

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, terdapat sejumlah perubahan dalam Permenko 11/2020 ini. Program Kartu Prakerja yang semula hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas serta daya saing angkatan kerja, kini juga digunakan untuk pengembangan kewirausahaan.

    "Permenko ini juga memberikan prioritas pada pekerja dan pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak pandemi covid-19, namun belum tersentuh oleh bantuan sosial," kata Susiwijono yang juga Sekretaris Komite Cipta Kerja.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id