BI Sebut Penerbitan Global Bonds Bisa Tambah Cadangan Devisa

    Husen Miftahudin - 08 April 2020 20:03 WIB
    BI Sebut Penerbitan <i>Global Bonds</i> Bisa Tambah Cadangan Devisa
    Ilustrasi. Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan global bonds atau surat utang global yang diterbitkan pemerintah bisa menambah jumlah cadangan devisa. Pada awal pekan ini pemerintah berhasil menerbitkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (global bonds) sebesar USD4,3 miliar atau setara Rp68,6 triliun (kurs Rp16 ribu per USD).

    "Kemarin kita mendengar pemerintah menerbitkan global bonds sebesar USD4,3 miliar, dan itu akan menambah cadangan devisa," ujar Perry dalam rapat kerja virtual dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.

    Perry mengakui posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2020 sebesar USD121,0 miliar. Jumlah tersebut ambles sekitar USD9,4 miliar dari posisi akhir Februari sebesar USD130,4 miliar.

    Penurunan cadangan devisa terjadi karena digunakan untuk membayar utang pemerintah yang jatuh tempo, jumlahnya sekitar USD2 miliar. Sementara sekitar USD7 miliar digunakan bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, khususnya pada pekan kedua dan ketiga Maret.

    Meski demikian Perry menegaskan jumlah cadangan devisa tersebut masih lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta kebutuhan untuk menstabilisasi nilai tukar rupiah.

    Adapun posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

    "Kami bisa pastikan bahwa jumlah cadangan yang sekarang USD121 miliar saat ini lebih dari cukup. Itu sekitar tujuh bulan pembayaran impor, utang pemerintah, atau stabilisasi nilai tukar rupiah," ungkap Perry.

    Bank Indonesia, tegasnya, akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah ketidakstabilan imbas pandemi virus korona (covid-19). "Sekarang cadangan devisa kita relatif stabil," tutur dia.

    Sebelumnya Perry menyatakan Bank Indonesia memiliki berbagai lapisan untuk menyokong cadangan devisa ketika diperlukan. Di antaranya pemanfaatan kerja sama repurchase agreement line (repo line) dengan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

    Selain repo line dengan The Fed, BI juga menjalankan kerja sama dengan berbagai bank sentral dalam penyediaan stok dolar (fasilitas repo line) seperti The Bank for International Settlement (BIS) senilai USD2,5 miliar.

    "Kemudian dengan The Monetary of Singapore USD3 miliar dan dengan sejumlah bank-bank sentral di kawasan yang jumlahnya kurang lebih sekitar USD500 juta sampai USD1 miliar. Ini adalah langkah kalau diperlukan likuiditas dolar," tutup Perry.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id