Bersih-bersih BUMN, Erick Pastikan Tak Ada PHK

    Suci Sedya Utami - 03 April 2020 16:31 WIB
    Bersih-bersih BUMN, Erick Pastikan Tak Ada PHK
    Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: MI/ Pius Erlangga
    Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) atau layoff dalam rencana bersih-berih di tubuh perusahaan pelat merah. Kebijakan merampingkan struktur perusahaan tersebut tetap dieksekusi di tengah wabah covid-19.

    "Memang keadaannya sulit hari ini dengan korona, tetapi juga kita tidak boleh terlena, pasrah tanpa terus bergerak. Kami di BUMN tetap melakukan KPI. Tentu ada pertanyaan bagaimana nasib karyawan, kita seminimal mungkin enggak layoff," kata Erick dalam virtual conference, Jumat, 3 April 2020.

    Ia mengatakan perampingan dimaksudkan sebagai upaya menciptakan efisiensi dan menjadikan perusahaan BUMN lebih fokus menjalankan inti bisnisnya sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan benar (GCG). Untuk tahap pertama, perampingan dilakukan oleh tiga perusahaan BUMN yakni PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), dan PT Telkom (Persero).

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati telah mengidentifikasi 25 perusahaan yang bakal dilikuidasi atau dibubarkan dan didivestasikan. Nicke menjamin tidak akan ada PHK dari upaya pemangkasan 25 gurita usaha Pertamina itu.

    "Jadi perusahaan yang dilikuidasi tidak ada layoff, ada beberapa orang penugasan Pertamina sehingga bisa kami tarik. Sedangkan yang divestasi kami pastikan seluruh karyawan akan direkrut oleh pemegang saham yang baru," tutur Nicke.

    Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya akan melakukan rasionalisasi terhadap enam anak dan cucu usaha perseroan. Termasuk melebur (merger) PT Garuda Tauberes Indonesia (GTI) ke dalam unit usaha Garuda Indonesia.

    Selain GTI, perusahaan lainnya yang akan dilebur yakni PT Garuda Indonesia Air Charter (GIAC), PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala Indonesia (GITC), dan PT Garuda Energy Logistik & Komersial (GELK).

    Sedangkan dua perusahaan lainnya yakni, PT Rilis Arah Pratama Indonesia (RAPI) dan PT Indo Suplai Total Solusi (ISTS) akan dilikuidasi.  

    Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menambahkan ada 20 perusahaan yang merupakan anak dan cucu usaha Telkom yang akan dikonsolidasikan. Ia berharap dengan perampingan ini akan membuat bisnis perseroan lebih fokus.

    Adapun Kementerian BUMN telah memetakan total 142 perusahaan BUMN beserta 800 anak hingga cucu usaha. Sekitar 70 persen akan dikonsolidasikan. Dari 27 kluster bakal dirampingkan menjadi 14 kluster.  




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id