comscore

Sektor Hulu Migas Pastikan Pasok LNG untuk Listrik Indonesia

Annisa ayu artanti - 05 Januari 2022 21:18 WIB
Sektor Hulu Migas Pastikan Pasok LNG untuk Listrik Indonesia
Ilustrasi. Foto: AFP.
Jakarta: Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) memastikan komitmennya untuk terus memasok gas alam cair atau LNG untuk memenuhi kebutuhan sektor kelistrikan Tanah Air.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko mengatakan, dalam tiga tahun terakhir sektor hulu migas selalu berhasil memenuhi komitmen jumlah kargo LNG untuk sektor kelistrikan dalam negeri.

 



"Kita tahu bersama bahwa kedepan peran gas alam, termasuk LNG, akan semakin strategis sebagai energi transisi menuju net zero emission. Dalam proses tersebut, SKK Migas memastikan bahwa sektor hulu migas sudah dan tetap akan berkomitmen memasok LNG untuk pembangkit listrik," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Januari 2022.

Arief juga menjelaskan, saat ini pasokan LNG untuk kelistrikan berasal dari kilang LNG Bontang dan Tangguh. Realisasi pasokan LNG untuk PT PLN (Persero) dari kedua Kilang tersebut sebanyak 58 kargo di tahun 2019, 40 kargo di 2020, dan 54 kargo di 2021.

"Semua kebutuhan bisa dipenuhi, termasuk beberapa permintaan yang secara tata waktu berubah dari jadwal semula," ucapnya.

Meski demikian, menurut catatan SKK Migas terdapat kargo-kargo yang secara kontraktual sudah disiapkan namun tidak terserap oleh PLN yaitu sebanyak 13 kargo di 2020 dan 11 kargo di 2021.

Sektor hulu migas di 2022

Arief memastikan, di 2022 sektor hulu migas masih tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan LNG dari pembangkit listrik PLN. Hulu Migas telah menyiapkan 58 kargo dari kilang LNG Bontang dan Tangguh.

"Saat ini seluruh pihak terkait sedang memastikan ketersediaan energi untuk kelistrikan, khususnya di kuartal I-2022," katanya.

Arief juga menegaskan, LNG merupakan komoditas yang butuh waktu untuk menyiapkannya. SKK Migas berharap seluruh kargo yang disiapkan untuk PLN dapat diserap.

"Perencanaan penggunaan bahan bakar LNG untuk sektor kelistrikan diharapkan dapat dibenahi kedepannya untuk memastikan pasokan aman bagi pembeli dan kesinambungan produksi bagi penjual," ujar Arief.

Seperti diketahui, sektor hulu migas mulai memasok LNG untuk domestik di 2012. Saat itu volume pasokan untuk domestik masih sebesar 14 kargo. Jumlah tersebut terus meningkat dengan angka tertinggi sebesar 60,6 kargo di 2019. Turunnya permintaan LNG akibat pandemi, di 2020 pasokan LNG untuk domestik turun ke 44,9 kargo.

Namun pada 2021 tren kembali naik dengan jumlah pasokan mencapai 56 kargo. Dari pasokan LNG untuk domestik tersebut, pasokan untuk sektor kelistrikan menjadi yang paling tinggi. Contohnya di 2021, dari total pasokan 56 kargo, pasokan untuk sektor kelistrikan mencapai 54 kargo. Sisanya, untuk sektor industri. Artinya, 96,5 persen pasokan LNG untuk domestik digunakan oleh sektor kelistrikan.

"Komitmen untuk mendukung sektor kelistrikan ini akan terus kami jaga seiring semakin strategisnya peranan gas alam sebagai energi transisi," pungkasnya.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id