comscore

Dukung Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Air, Kementerian PUPR Tuntaskan 13 Bendungan di 2021

Despian Nurhidayat - 03 Januari 2022 09:01 WIB
Dukung Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Air, Kementerian PUPR Tuntaskan 13 Bendungan di 2021
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. FOTO: Kementerian PUPR
Jakarta: Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan 13 bendungan sepanjang 2021 dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo. Upaya itu dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan dan ketahanan air pada seluruh Provinsi di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Kementerian PUPR mendukung program ketahanan air dan pangan nasional yang salah satunya dengan menambah jumlah tampungan dan suplai air di Indonesia. Tercatat pada periode 2015-2019 telah diselesaikan sebanyak 15 bendungan.  Sedangkan periode 2020-2024, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 61 bendungan.
"Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air nya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ungkapnya, dilansir dari Mediaindonesia.com, Senin, 3 Januari 2022.

Bendungan pertama yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 2021 adalah Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada 14 Februari 2021 lalu. Dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik, bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar yaitu mengairi 600 hektare sawah.

Selain memberikan manfaat untuk mengairi irigasi seluas 600 hektare, Bendungan Tukul berfungsi untuk mereduksi banjir sebesar 42,21 m3 per detik, berpotensi sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) 2x132 KW, konservasi sumber daya air, dan pariwisata.

Bendungan kedua yang diresmikan Presiden di awal 2021 adalah Bendungan Tapin, di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada 18 Februari 2021 lalu. Dengan volume tampung cukup besar yakni 56,7 juta m3 bendungan ini berperan penting dalam pengendalian banjir di Provinsi Kalsel dan juga memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi seluas 5.472 hektare.

Keberadaan Bendungan Tapin juga diharapkan dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau sebagai Ibu Kota Kabupaten Tapin dan sekitarnya sebesar 500 liter per detik, konservasi air, dan untuk PLTA sebesar 3,30 MW.

Selanjutnya terdapat Bendungan Napun Gete yang merupakan bendungan ketiga diresmikan Presiden untuk memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendungan Napun Gete memiliki kapasitas tampung 11,2 juta m3 dan direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektare.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id