Holding BUMN Pangan Terbentuk September

    Suci Sedya Utami - 19 Mei 2021 13:53 WIB
    Holding BUMN Pangan Terbentuk September
    Ilustrasi komoditas pangan - - Foto: dok MI



    Jakarta: Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi menyebut holding badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pangan paling lambat terbentuk pada September 2021.

    Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Arief pun meminta dukungan legislator agar target tersebut bisa segera dicapai.

     



    "Mohon dapat dukungan supaya bisa terbentuk maksimal kuartal tiga tahun ini di bulan September," kata Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Mei 2021.


    Arief menjelaskan saat ini pembentukan holding pangan masih dalam proses pembahasan antarkementerian seperti Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Kementerian Pertanian, dan lainnya.

    "Jadi lintas lembaga sudah dikomunikasikan kemudian baru melakukan inbreng membentuk holding pangan," ujar Arief.

    Adapun perusahaan-perusahan klaster pangan yang tergabung dalam holding BUMN pangan adalah PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Indonesia Persero atau Perindo, PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus, dan PT Pertani (Persero).

    Lalu, PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, dan PT Garam (Persero).

    Dalam mempercepat pembentukan holding, Arief menuturkan pihaknya bersama calon anggota holding lainnya telah membentuk Project Management Office (PMO) menjadi tujuh divisi.
     
    Pertama, pertama divisi portofolio, bisnis development, dan bisnis integrasi. Kedua divisi finance, funding, dan investment. Ketiga divisi SDM, organisasi, dan budaya. Keempat divisi optimalisasi aset. Kemudian, kelima supply chain management dan IT. Keenam legal, GCG internal audit, dan risk management, Lalu, ketujuh holding strategy dan transformasi.
     
    "PMO itu memang kita buat untuk mengkaji, mengidentifikasi, dan merencanakan," ucap dia.
     
    Adapun latar belakang pembentukan holding pangan disebutkan Arief adalah untuk menjawab tantangan di sektor pangan, seperti ketahanan pangan yang berdasarkan food global indeks berada di level 62 dari 113 negara. Lalu, peningkatan inklusivitas atau kesejahteraan petani, nelayan dan peternak serta upaya untuk memodernisasi teknologi di bidang pertanian.
     
    "Dalam meningkatkan ketahanan pangan, kami akan berupaya meningkatkan hasil pertanian, perikanan peternakan, melalui penambahan luas lahan, peningkatan kemitraan, melakukan transparansi harga, penurunan biaya logistik karena kita punya BGR melalui konsolidasi supply chain jadi end to end dari input-processing-production sampai di akhir warehousing-retail di hilir," tutur Arief.
     
    Namun untuk proyeksi agenda bisnis maupun investasi jangka menengah, Arief menambahkan, holding BUMN belum bisa menjabarkan. Untuk jangka menengah yakni dua hingga tiga tahun mendatang holding BUMN pangan akan melakukan konsolidasi eksisting bisnis dari sembilan BUMN pangan, serta perbaikan internal di setiap perusahaan.
     

    "Kami sekarang konsolidasi baik existing bisnis dari aset delapan BUMN pangan ini kurang lebih aset sembilan BUMN pangan ini Rp28 triliun saat ini yang kami rencanakan adalah optimalisasi aset dulu, perbaikan internal di setiap perusahan," pungkas dia.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id