comscore

Punya Potensi USD7 Triliun, Perdagangan Produk Halal Bisa Dongkrak PDB 1-3%

Husen Miftahudin - 27 November 2021 19:32 WIB
Punya Potensi USD7 Triliun, Perdagangan Produk Halal Bisa Dongkrak PDB 1-3%
Ilustrasi perdagangan porduk halal global - - Foto: dok webiste halalexpo
Istanbul: Perdagangan produk halal saat ini memiliki potensi yang sangat besar dan menjadi incaran banyak negara, termasuk negara yang bukan berpenduduk mayoritas muslim. Maklum saja, potensi pasar dunia di industri halal mencapai USD7 triliun.

"Ini pasar yang besar dan menarik secara ekonomi. Pasar halal itu mencakup produk makanan, tekstil, pariwisata, kosmetika, obat-obatan, dan lain-lain," ucap Wakil Presiden Turki Fuat Oktay dalam World Halal Expo 2021 dan World Halal Summit di Istanbul, Turki, dikutip Sabtu, 27 November 2021.
Dalam expo itu, ada pameran produk halal yang diikuti negara-negara di dunia. Pemerintah Indonesia sendiri membangun stan khusus yang diikuti para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai daerah dan produk, seperti herbal, makanan, maupun produk tekstil.

"Permintaan produk halal terus meningkat, dan Indonesia merupakan salah satu pasar produk halal terbesar di dunia," ungkap Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel yang juga mengikuti expo tersebut.

Menurut Gobel, dengan sekitar 1,8 miliar penduduk muslim di dunia, terdapat potensi belanja produk halal yang besar dengan tingkat konsumsi yang tumbuh rata-rata 6,2 persen pada periode 2018 hingga 2024.

"Perdagangan  produk halal juga dapat mendongkrak Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar satu sampai tiga persen," ujarnya.

Dia bilang, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus banyak belajar. Hal tersebut agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk halal dunia, tapi juga menjadi pemain atau produsen utama.

Terkait hal tersebut, Gobel melihat langsung pengembangan industri produk halal di Turki. Bagaimana negara itu mampu membangun industri halal, terutama UMKM dengan kemampuan teknologi yang dimiliki negara itu.

"Banyak negara Islam lainnya yang memproduksi produk halal, namun Turki merupakan negara dengan mayoritas muslim yang mampu membangun industri bukan sekadar membangun pabrik, sehingga struktur industri, terutama industri  halalnya, kuat," tutur dia.

Guna mengembangkan industri halal di dalam negeri, Indonesia perlu bekerja sama dengan Turki. Sebab keberhasilan Turki mengembangkan industri dan produk halal juga tidak lepas dari kemampuan negara itu membangun pariwisatanya, terutama pariwisata religi.

"Kami berharap kunjungan kerja kali ini akan bermanfaat untuk mengembangkan industri dan produk halal di Indonesia dan memperkuat kerja sama produk halal dengan negara muslim lainnya di dunia," harap Gobel.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id