Pembangunan 1.000 Pertashop di Pesantren Bisa Ciptakan Wirausaha Baru

    Husen Miftahudin - 07 Juni 2021 09:47 WIB
    Pembangunan 1.000 Pertashop di Pesantren Bisa Ciptakan Wirausaha Baru
    Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid. Foto : MI.



    Jakarta: Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid meyakini pembangunan 1.000 unit Pertamina Shop (Pertashop) di pondok pesantren akan menciptakan  wirausaha baru, peluang usaha, dan pemerataan ekonomi.

    Arsjad yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) juga menyebutkan bahwa keberadaan Pertashop akan menghidupkan perekonomian masyarakat setempat, serta menciptakan kemandirian ekonomi umat.

     



    "Pembangunan 1.000 unit Pertashop adalah program inklusif yang berdampak positif bagi penguatan ekonomi, kemandirian ekonomi umat, dan peluang bagi pondok pesantren untuk mandiri. Keberadaan Pertashop juga akan mendorong lahirnya wirausahawan baru dari pondok pesantren," ucap Arsjad dalam keterangan resminya, Senin, 7 Juni 2021.

    Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BPH Migas, PT Pertamina (Persero), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI bersinergi untuk membangun 1.000 unit Pertashop di jaringan pesantren MES. Pembangunan Pertashop akan memperluas distribusi bahan bakar minyak, apalagi saat ini baru sekitar 1.670 unit Pertashop yang ada di Indonesia.

    Arsjad yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 mengungkapkan bahwa dari sisi permodalan, MES bersinergi dengan Bank Syariah Indonesia dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan investasi, dan fasilitas perbankan lainnya.

    "Kami mengapresiasi inisiasi BPH Migas yang berkolaborasi dengan Kementerian BUMN, Pertamina, dan Bank Syariah Indonesia untuk membangun Pertashop di berbagai pesantren. Inisiatif yang luar biasa. Pertashop tidak hanya menjual BBM, tapi juga elpiji, pelumas, dan produk-produk Pertamina lainnya," ujar dia.

    Menurut Arsjad, pada masa pandemi covid-19 saat ini terdapat dua isu yang harus diselesaikan secara bergotong-royong, yaitu pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pertashop, katanya, menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

    "Pembukaan Pertashop bakal menciptakan pelaku usaha baru dan sekaligus memperkokoh ekonomi umat. Pertashop juga akan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren," tegasnya.

    Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan pentingnya menggerakkan ekonomi umat pada era pandemi covid-19 seperti saat ini. Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah mengatakan, dari target pembangunan 10 ribu unit Pertashop, 1.000 unit di antaranya akan diarahkan untuk digarap di pondok pesantren.

    "Pandemi mengajarkan kebersamaan. Di saat ekonomi masyarakat terganggu, pemerintah wajib menggerakkan korporasi untuk menjadi lokomotif keseimbangan ekonomi dan katalisator pemberdayaan ekonomi masyarakat," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id