comscore

Kementerian BUMN Lebur 4 Pelindo, Namanya Kini Jadi PT Pelabuhan Indonesia

Husen Miftahudin - 01 September 2021 18:18 WIB
Kementerian BUMN Lebur 4 Pelindo, Namanya Kini Jadi PT Pelabuhan Indonesia
Ilustrasi aktivitas di Pelindo II - - Foto: MI/ Yosep Pencawan
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengumumkan rancangan penggabungan BUMN Pelabuhan dengan melebur PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero). Keempat pelat merah di bidang pelabuhan tersebut nantinya akan menjadi satu perusahaan bernama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

"Penggabungan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, dan meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan," kata Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam konferensi pers virtual, Rabu, 1 September 2021.
Kartika menjelaskan integrasi Pelindo ini merupakan salah satu bagian dari program strategis pemerintah dan inisiatif Kementerian BUMN untuk melanjutkan proses konsolidasi BUMN dalam layanan kepelabuhanan. Langkah ini bahkan diusulkan untuk masuk ke dalam Program Strategis Nasional (PSN).

"Berdasarkan kajian yang telah dilakukan atas opsi restrukturisasi BUMN Pelabuhan, penggabungan adalah opsi yang paling sesuai karena dapat memaksimalkan sinergi dan penciptaan nilai tambah," paparnya.

Dalam rancangan penggabungan, Pelindo II akan menjadi Perusahaan Penerima Penggabungan. Sementara Pelindo I, Pelindo III, dan Pelindo IV akan bubar demi hukum tanpa proses likuidasi. Proses integrasi Pelindo rencananya akan terlaksana awal bulan depan.

Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penggabungan BUMN Pelabuhan ini masih dalam proses penerbitan. Kemudian selanjutnya akan berlaku efektif setelah penandatanganan Akta Penggabungan.

"Terintegrasinya Pelindo memiliki banyak manfaat bagi perusahaan maupun bagi ekonomi nasional. Salah satunya ialah dengan membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs," ucap Kartika.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono menyampaikan bahwa gabungan keempat Pelindo kedepannya akan memiliki kontrol dan kendali strategis yang lebih baik. Pengembangan perencanaan juga akan menjadi lebih holistik untuk jaringan pelabuhan, yang akhirnya akan menurunkan biaya logistik.

Ia mengungkapkan Pelindo terintegrasi selanjutnya tidak akan dikelola berdasarkan wilayah. Pengelolaan nantinya berdasarkan lini bisnis agar dapat fokus untuk mengembangkan potensi bisnis ke depan.

"Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM," pungkas Arif.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id